Bab 3 : Bertemu Goblin


=================
Penerjemah : A. Azkia
Editor : Keiza
=================


          Ada sesuatu yang datang.
          Langkah kaki mulai terdengar dari belakang tempat ku menancap.
          Dari suaranya seperti-nya jumlah nya lebih dari satu.
         
[Gehegehahu]
          [Agiyagiyo]
          [Gegiya!]
         
Tampak seperti sebuah percakapan? Apakah mereka sedang berbicara? Aku tidak tahu arti-nya, namun nampak nya mereka sedang berkomunikasi.
          Dari suara-nya, aku mengambil kesimpulan bahwa mereka adalah kawanan monyet.
          Hawa kehadiran mereka semakin dekat.
          Mereka pasti sudah ada di belakang.
          Oke, datanglah lebih dekat.
          Dan aku akan tahu bentuk kalian semua.
          Zazza
          Sedikit lebih dekat.....
          ZAZZAZZA
          Satu meter lagi....
          Sialan.
          Mereka berhenti tepat dibelakang ku.
         
[Giyagiyu.]
          [Giyarugaga]
          [Giyanga?]
          [Guruhaa-]
         
Apa itu? Apa yang sebenarnya kalian bicarakan, sialan! Tampak nya mereka sedang berdiskusi....  (Tidak 100% di bagian terakhir-nya)
          Dan sesuatu, seperti ada yang memegang gagang pedang-ku!
          Terasa jelas, ada yang memegang gagang pedang-ku.
          Meskipun terasa sama, Aku rasa tangan manusia tidak akan sekaku ini.
          Tampak nya sesuatu itu mencoba mencabut ku dari tanah.
          Aku merasakan rasa penolakan yang aneh sebagai bentuk ketidak tahuan akan siapa yang telah mengambil-ku.(Mungkin aku harus memeriksa-nya nanti*)
          Bagaimana mengatakan-nya, dari bentuk nya nampak nya sudah bisa dipastikan... setelah aku sepenuh-nya berpisah dari alas tanah. (Tidak 100%)
          Entah bagaimana, aku menolak-nya menggunakan telekinesis.
          Mitra misteri kita tampak-nya mencoba mengangkat ku dengan seluruh tenaga-nya. Setelah ia gagal pada percobaan pertama.
          Tapi itu sangatlah naif.
          Dengan seluruh kekuatan yang ku punya.
          Persetan, jika ia berhasil mengangkat-ku.
         
[GYAGYA!]
          [GYUGAGAGA...!]
          [HAGAHAFU!]
         
Dalam rangka mendukung rekan mereka, teman-nya yang lain mulai berteriak.
          Sejauh ini aku mencoba memaksa diri-ku bertahan, si penantang mulai mengelilingi sekitar tempat ku menancap. Mencoba mencabut ku dari alas.
         
[Giyaruga!]
          [Gorugiyaru!]

Karena nya, beberapa sosok yang mencoba mencabut-ku sempurna masuk dalam jangka pandangan-ku.
          Apa kau serius!!??
          Kulit hijau.
          Wajah brutal yang sangat jelek bahkan sampai terlihat seperti Gorilla.
          Kepala dengan tanduk pendek, mereka tampak menggunakan gada dan menggunakan bulu sebagai armor. (atau mereka memang berbulu?).
          Jadi, kumpulan sosok yang berada dibelakang ku sebelum-nya adalah para Goblin ini.
          Para Goblin mencoba untuk mencabut ku.
          Tunggu! Tidak, tunggu jangan goblin! Jika aku berakhir menjadi pedang sihir yang digunakan oleh goblin. Setidaknya ia harus merupakan Goblin King, bahkan dari yang terlihat, apakah itu hanya sekumpulan goblin yang mendengkur?!
          Sembari menolak mereka yang mencoba mencabut ku menggunakan telekinesis, aku mencoba memverifikasi status dua ekor goblin yang masuk jarak pandang-ku.
          Race : Goblin : Evil : Demon Beast Lv.5
          Hp : 17 Mp: 5 Physical Strength : 8 Endurance : 11 Agility : 12 Intelligence : 6 Magic : 3 Dexterity : 7
          Skills
          Club Teqhnique : Lv.1, Digging Lv,2
          Race : Goblin : Evil : Demon Beast Lv.5
          Hp : 20 Mp: 2 Physical Strength : 9 Endurance : 12 Agility : 10 Intelligence : 5 Magic : 2 Dexterity : 8
          Skills
          Swordplay Lv.1, Vigilance Lv.1, Poison Resistance Lv.1
          Ho-oh Jadi begitu.
          Bahkan, sekalipun mereka berasal dari ras yang sama status dan skill mereka berbeda ya.
Hmmm, ya...
          Jika dari senjata mereka saja sudah berbeda, tentu saja seluruh-nya akan berbeda.
          Salah satu dari mereka yang mulai tidak sabar karena susah sekali mencabut ku datang ke barisan depan. Lalu aku melakukan skill aprisal pada goblin itu.
          Race : Goblin Leader : Evil : Demon Beast Lv.2
          Hp : 24 Mp : 6 Physical Strength : 11 Endurance : 15 Agility : 13 Intelligence : 7 Magic : 7 Dexerity: 7
          Skills
          Swordplay Lv.1, Art of Survival Lv.1, Dismantling Lv.2, Leadership Lv.1
Sosok ini adalah Goblin Leader.
Level nya lebih rendah dari apa yang aku duga, apakah ini adalah salah satu efek ras atau mungkin sebuah evolusi? Tampak-nya ia sedikit lebih kuat. Sekalipun hanya sedikit.
          Apa yang harus aku lakukan.
Sepertinya tidak ada pertanda bahwa ia akan pergi.
Entah bagaimana pun cara-nya mereka tetap mencoba mencabut-ku, bahkan kali ini mereka mulai memukul-ku.
Ketika mereka sadar bahwa usaha mereka sia-sia, mereka mulai mengganti cara mereka.
Tampaknya, salah satu dari mereka masih ada dalam sudut buta ku dan tetap menggenggam gagang pedang-ku.
          [Hunnnnnnnnn]. Aku sekuat tenaga putus asa sembari membuat suara lara!
Kekuatan perlawanan-ku telah mencapai batas maksimal.
          Ketika sadar bahwa mustahil dengan kekuatan-nya untuk mencabut-ku. Goblin Leader meminjam gada teman-nya dan mulai memukul-ku dengan itu.
          Dengan wajah penuh amarah yang mulai membabi-buta karena ketidak senangangan sebab tidak mampu mencabut-ku.
          Setelah semuanya, itu adalah goblin.
          Tentu saja mereka mempunyai perilaku bodoh.
          Ketika Goblin itu sedang berusaha sekuat-nya, rasa sakit dan frustasi membuat-nya menendang bagian ujung pedang yang menancap ke tanah.
Tetapi, tumpuan pedang yang menancap ke tanah tampak-nya lebih kuat dari yang aku duga.
          Dengan bertumpu pada kaki-nya, tubuh-nya naik turun dengan lucu berusaha menarik-ku.
          Ku ku ku
          Mari kita jamu ia dengan benar.
          Sang pemimpin yang berada di titik buta-ku, dalam keadaan marah melempar gada-nya ke goblin lain.
          Tunggu bukankah mereka adalah teman?
          Apa yang kau pikirkan, Goblin sialan.(*benar-benar garis keras tapi aku merasa bahwa Goblin Leader itu mulai mendekati ku*)
          Tiba-tiba, Goblin itu meludahi kepada-ku!
          Aku bisa merasakan air liur nya yang menjijikan di atas bilah pedang-ku.
          Ahh! Sungguh! Aku benar-benar marah! Ini penghinaan.
          Baiklah, ini perang.
          Aku akan menghabisi kalian.
          Target pertama ku adalah satu ekor dibelakang-ku.
          Aku pastikan itu adalah Goblin Leader, dan sasaran ku adalah Goblin yang mempunyai skill swordplay aku menunggu timing yang tepat dan berhenti menahan menggunakan Telekinesis.
Boing!
          Tubuh pedang ku yang mana kehilangan resistensi dari tenaga Goblin terlepas dengan mudah oleh Goblin. Goblin yang mana menggunakan seluruh kekuatan-nya untuk menarik ku kehilangan keseimbangan dan jatuh kebelakang.
          Bodoh!
          Itu baru pembukaan!
          Menggunakan Telekinesis, aku bisa begitu saja menggerakan tubuh pedang ku.
          Mata pedang ku dengan mudah memotong batang tenggorok goblin itu yang daerah pertahanan-nya terbuka.
          Aku memalsukan kecelakaan itu, satu goblin berhasil dikalahkan.
          Masih tidak mengerti dengan situasi yang ada, salah satu dari mereka bergegas menghampiri goblin yang baru ku tebas. Kesempatan!, aku melalukan serangan dadakan dengan serangan menusuk.
          Well, serangan menusuk menggunakan pedang berarti = Penghabisan.
          Seperti praktek biasa dalam sebuah pertarungan. Aku harus mengalahkan yang terkuat terlebih dahulu. Jadi Goblin Leader adalah sasaran pertama-ku.
          Dan tanpa bisa diduga dari tubuh pedang-ku yang bergerak automatis, tentunya ia takkan bisa menghindari pukulan pedang-ku.
          Aku melihat mata pedang-ku  yang mana menembus punngung goblin itu melalui perut nya dengan takjub.
          Sungguh trik yang licik.
          Aku jatuh ke tanah seperti sebelum-nya.
          Sisa dua.
          Ini mengejutkan, ini pertama kali-nya aku membunuh? Sedikit kejam, namun aku merasa biasa saja. Jika dibayangkan aku sedikit berterima kasih mempunyai tubuh berbentuk sebilah pedang.
          Rasa-nya mencegat musuh, merobek-nya,  dan membedah bagian dalam tubuh-nya juga terasa biasa saja.
          Terlebih mood-ku sekarang penuh dengan semangat.
          Hahaha!, daging itu! Aku tidak bisa menahan-nya.
          Namun, dalam hal ini aku merasakan menebas sesuatu seperti hal biasa, tidak ada perasaan ingin menghindar sedikit pun. Sebalik-nya aku merasa-kan perasaan aneh yang memuaskan.
          Mungkin ini adalah rasa kepuasan yang datang setelah aku terlahir kembali menjadi pedang.
          Aku menyerang satu dari mereka yang berpaling dan mencoba kabur, dan mengalahkan-nya dengan satu pukulan.
          Satu yang lain terlihat ketakutan dan bahkan tidak mampu berdiri. Sangat mudah untuk mengubur-nya.
          Race : Goblin : Evil : Demon beast Lv.2
          Hp : 12 Mp : 9 Physical Strength : 7 Endurance : 11 Agility:10 Intelligence : 6 Magic : 3
Dexterity : 8
Skills
Swordplay Lv.1, [Kobold Killer]
Tetapi, ini cukup baik untuk-ku.
Meskipun diserang tiba-tiba, aku berhasil membunuh mereka semua dengan satu pukulan. Daya serang dengan poin 132 memang bukan sekedar pajangan.
Baiklah, aku tidak tahu apa benar daya serang-ku itu cukup kuat, tapi dengan goblin sebagai standar-nya tampak-nya memang iya.
Namun ada satu hal yang aku pikirkan.

[Apakah aku baru saja bersinar?]

Ketika aku memberikan serangan fatal untuk menghabisi goblin ketiga atau keempat, sekejap mata pedang-ku mengeluarkan sinar.
Sebenarnya, ketika aku membunuh yang kedua-pun aku merasa udara disekitar ku juga bersinar. Tadi-nya aku berpikir bahwa aku hanya berimajinasi.
Mungkinkah,  itu bukan imajinasi?
Tetapi, aku ingat aku tidak bersinar saat aku membunuh Goblin pertama.
Baiklah, sepertinya ada sesuatu yang tampak mulai abnormal, tapi sebelum-nya mari kita cek Status ku dahulu.
Name : Unknown
Race : Intelligence Weapon
Skills
Appraisal: Lv6 Self-Recovery rank 1 Demon stone value 3/100・「Grade 10, Self-modification, Telekinesis, Telepathic communication, Small rise in owner status, Small rise in owner recovery, Skill sharing, Magician
Set skill
Unavailable
Memory skill
Digging: Lv1New, DismantlingLv1New, SwordplayLv1NewClub technique: Lv1New,LeadershipLv1New, Art of survivalLv1New, Kobold Killer New
Apa!? status-ku meningkat.
Hal pertama yang kuperhatikan ialah skill Self-Evolution.
Self-Evolution <rank 1 demon stone level 3/100, Grade 10> ( Tambahan, dari apa yang tertulis di atas. Ada ketidak sengaja-an yaitu penulisan Self-Recovery sebagai pengganti Evolution)
Rank 1? Apakah Self-Evolution termasuk dalam kategori seperti halnya level?
Dan, di sini ada level batu iblis (demon stone).
Dengan 3/100.
Ah! Bukan kah aku hanya bersinar 3 kali barusan.
Yang mana itu juga sama dengan jumlah level batu iblis
Apakah itu saling terhubung satu sama lain? Dan kelas? Aku tidak tahu arti kedua-nya. Hanya saja, setelah semua yang baru kulakukan jumlah level batu iblis ku bertambah, jika aku tidak salah itu akan ada hubungan-nya dengan kelas batu itu.
Apakah aku mendapat skill setelah aku membasmi para goblin itu?
Satu dari goblin-goblin yang pertama kukalahkan mempunyai skill Viligance (kewaspadaan) sebelum-nya skill itu tidak terlihat, jadi aku mulai mencoba memastikan-nya(* Sebagai penjelas. Dia tiba-tiba mulai membicarakan skill lain yang ia dapatkan dan bagaimana bisa dia tidak mendapatkan skill Viligance?  goblin pertama yang ia bunuh memiliki skill itu dan dia tidak bersinar ketika goblin itu mati*)
Apakah aku telah menghisap skill Goblin?
Ketika aku memilah skill, sesuatu seperti sebuah informasi terdengar.
Memori slot untuk skill adalah 10 (*Baiklah aku mengerti, ketika aku menggunakan 10 kelas skill tampak-nya memori skill ku hanya bisa menyimpan 10 pada satu waktu)
Apakah anda ingin memasang skill? [Yes/No]
Tentu saja aku pilih[Yes]
Lalu aku memasukkan skill-skill itu kedalam daftar pilihan di layar.
Aku memilih nya dari atas ke bawah.
Skill terpasang.
Set Skill
Digging Lv1, Dismantling Lv1, Swordplay Lv1, Club Technique Lv1, Leadership Lv1, Art of Survival Lv1, Kobold Killer.
Memory Skills
None
Yup itu berubah.
Apakah skill itu bisa digunakan. Aku masih belum terlalu memahami-nya.
Ketika aku mengatakan belum terlalu memahami itu, dan juga standar kapan aku bersinar.
Kenapa aku tidak bersinar setelah kali pertama aku membunuh? Ada petunjuk, yaitu level batu Iblis3/100
Batu Iblis (Demon stone)
Kata itu sering terdengar di dalam cerita mengenai pemanggilan dari dunia lain. Itu adalah sebuah kristal yang berisi dengan sihir yang ada dalam tubuh Demon beasts.
Seperti yang dibayang-kan.
namun, Ketika kau melakukan metode berbeda dalam membunuh goblin satu dari mereka terbunuh dengan kerongkong terpotong, dimana yang lain mati dengan tertusuk.
Mungkin, ini beda-nya.

[Hmmm, bagaimana kalau kita mencoba-nya]

Aku menghampiri goblin yang ku bunuh pertama kali. Lalu menempatkan mata pedang ke tubuh kaku goblin pertama yang sudah jatuh sepenuh-nya.
          Sesungguh-nya kegiatan ini sungguh menghinakan sebuah mayat, tapi ini semua demi penyelidikan. Maafkan aku.
Di kali ketiga aku melakukan itu akhir-nya reaksi yang diinginkan muncul. Dengan sentuhan pelan, mata pedang-ku mulai bersinar.
Ketika batu iblis tertusuk seperti yang kubayangkan, tampak-nya aku bisa menyerap sihir atau sesuatu seperti itu.
Batu iblis milik goblin nampak-nya terdapat dalam perut-nya.
Level batu iblis-ku meningkat menjadi 4/100, dan dalam kolom memory skill-ku, Viligance dan poison-resistance berhasil ditambahkan.
Perlu diperhatikan, level skill kali ini berbeda dari sebelum-nya.
Goblin Leader tampak-nya mempunyai skill dismantling Lv.2 dan yang perlu digaris bawahi disini adalah skill yang kudapat masih berada di Lv.1
Begaimana pun juga, tampak-nya level skill nya telah direset.
Apa mungkin untuk menaikan level skill itu? Apakah dengan menggunakan-nya terus menerus membuat level skill nya naik? Atau aku harus mengambil lebih banyak batu iblis? Inspeksi itu bisa nanti-nanti saja
Tak peduli bagaimana pun jadi-nya, sekarang aku akan memasang skill Vigilance dan Poison-resistance.


Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Komentar