Bab 17: Behind the times



===================
Translator:RiceCooker
Editor:Aziz
===================



Pagi hari.
Aku berdiri di depan rumahku sambil memegang DORECA ditanganku.

Menu Open

————————————-
Akito
Type: Bronze Card Magic Level: 999,999
Number of Items Created: 1,099
Number of Slaves: 2
—————————————-

Menurutku aku tidak keliru sedikit pun.

Sihir yang tertulis dimenuku adalah enam angka 9 dalam satu baris…kurang satu lagi untuk mencapai satu juta.

Kemarin saat bahan Eternal Slave Re lengkap Aku mendapatkan lebih dari satu juta sihir per budak. Aku seharusnya memiliki setidaknya dua juta sihir.

Ini seharusnya seperti itu, tapi lihat ini! Aku jelas kurang komperatif dengan hal ini. Ini jelas terasa seperti, Aku telah mencapai sesuatu seperti batasan saat ini. (Tlnote: komperatif disini mksdnya berkenan, jadi si mc kurang berkenan dengan kebijakan yang membuat dia rugi satu juta sihir lebih)

Hanya untuk memastikan aku membuat satu lingkaran sihir.

Sihirku menjadi 999,998.
Ini tidak lagi 999,999…. Tapi 999,998.

Dengan kata lain, poin lebih yang aku dapatkan tidak dihitung. Angka yang ditampilkan sudah menjadi hasil akhir dan tidak ada yang dapat mengganggu gugat hal itu….pikirku.

Menurutku seharusnya aku sudah menduga hal seperti ini.

Ini kesia – siaan...tapi tidak ada yang bisa aku lakukan tentang ini.

Saat ini aku akan menyampingkan masalah ini.

Aku yakin ada cara untuk meningkatkan batasan dari kartuku.

Sesuatu seperti menaikan tingkatan kartu atau menambah jumlah budak.

Aku tidak punya bukti yang membenarkan tapi aku yakin.
Ada cara untuk meningkatkan batasannya.

Risha dan Mira keluar dari rumah.

Mereka berdua memakai gaun hijau yang kubuat kemarin, mereka menyapaku dengan senyum gembira.

Apa yang akan kita buat hari ini? Kata Risha dan Mira menatap padaku.

Ini seperti kita telah menjadikan pertanyaan ini dan menjawabnya sebagai rutinitas.

Hmmm. Aku punya jumlah sihir lebih dari yang dibutuhkan jadi mungkin kita harus meningkatkan jumlah dari rumah sekaligus?
Lebih dari yang dibutuhkan jadi Master akan membuat lebih banyak lagi?

Risha sepertinya ragu.

Dia tidak mengetahui bahwa sihirku sudah hampir mencapai batas (maksimal), jelas kenapa dia bereaksi begitu.

Ketika aku akan menjelaskan...

Tempat apa ini!?

Aku mendengar suara.... itu salah satu suara yang tak asing.

Aku melihat disana ada Seiya.

Dia terlihat seperti biasanya dan ada iron sword menggantung di pinggangnya.

Budak yang dia miliki mengenakan pakaian yang sama ketika dia dipanggil. (Tlnote:mentang-mentang pedang ama budaknya dah berkembang main judge orang sembarangan.)

Langsung terlintas di pikiranku...Dia sepertinya tidak berkembang sama sekali. (Tlnote:ada kok yang berkembang, begonya nambah :v :v :v)

Aku mendekati Seiya dan budak-budak kita saling memandang.

Mereka terus diam selama Master mereka berbicara.

Yo.
Apa yang terjadi disini?
Apa maksudmu dari ‘apa yang terjadi disini’?
Beruntung banget loe nemu kampung macam gini. Apa masih ada tempat macam ini tersisa disini?
Hm? Oh, kamu berpikir aku menemukan ini? Kamu tidak berpikir aku yang membuat ini?
Aku hanya memanfaatkan kota yang ditinggalkan?
Jelaslah!


Seiya seperti tertegun ketika dia bilang begitu.

Gak mungkin loe bisa bikin ini semua. Semua rumah ini…. Paling kurang pake 50,000 sihir. Kalo semua dihitung…. Mungkin 100,000 itu gak mungkin.

Seiya melihat-lihat sekitar untuk memperkirakan.

Dia punya DORECA jadi perhitungannya hampir mendekati tepat.

Yah, kira-kira segitu.

Humph. Kalo loe gak seberuntung ini sebagai rintangan maka ini gak bakalan adil. Dengar terus kagetlah…sihir gue udah lebih dari 10,000. Gue cuma butuh sedikit lagi terus gue bisa bikin sesuatu yang luar biasa.


…………. Aku paham.

Pas gue dapet terus buat benda ini. Gue bakalan lebih efisien ama praktis. Nantikanlah, kehebatan gue bakalan segera dimulai.. liat aja?

Aku rasa rencana 10,000 sihir Seiya sedikit menyedihkan.

Tapi disaat itu juga, Aku merasa lebih kasihan pada budak miliknya.

Dia masih memakai pakaian budaknya, memasang ekspresi sedih, dan memar-memar dapat terlihat di tubuhnya.

Dengan penampilan seperti itu, tidak sulit bagiku untuk menebak bagaimana dia mengumpulkan 10,000 sihir miliknya.

Oh iya , gue bakalan kasih tau hal menarik ke loe .
Hal menarik?
Yep.

Seiya terlihat sombong.
Cek DORECA menu. Disana ada sesuatu yang namanya Eternal Slave
Oh, yeah ada.
kek apa yang gue pikir, loe udah tau. Ini pake iron sword di bahannya, tapi gue pikir ini pasti senjata yang hebat. Kenapa? Karena semua udah jelas dari namanya.
Yeah, Aku setuju.

Sebenarnya, aku sudah tau.

Kenapa? Karena aku sudah punya versi revisi darinya yang menggantung di pinggangku.

Gue udah punya iron sword, sekarang gue cari hal bodoh yang namanya slave's gift.
Kamu tidak dapat menemukan itu?

Aku melihat budaknya Seiya
Dia adalah Eternal Slave yang terlihat seperti seorang elf.
Dan dia memiliki rambut panjang seperti Risha sebelum dia memotongnya.
Dia seharusnya punya rambut yang cukup.

Gue gak tau dimana. Tapi, gue pikir itu sesuatu yang berhubungan dengan ini.

Ucap Seiya lalu menampar budaknya dengan mudahnya,seperti dia sedang bernafas.

Bunyi tamparan dan bekas merah muncul di wajahnya, setelah itu dia mulai menangis.


Ohh, dia nangis. Sihir dari air matanya lumayan. Cuma satu saja udah kasih gue 400.
………………………Aku paham.
Betul juga. Gue gak pernah liat senjata macam punya loe. Apa itu?
Eternal Slave……Kai (Re)

Aku menjawab dengan datar.

…….Ap?

Pandangan Seiya jadi kosong.

Eternal Slave?

bukan ini versi revisi. Ini sesuatu yang kamu buat pakai Eternal Slave.

Aa-apapp-paaaaa!?

Seiya yang mempertahankan ekspresi tenangnya dari tadi…. Langsung terhenti.

Apa yang loe lakuin? Bagaimana loe bisa bikin benda kek gitu?
Bagaimana?

Sekarang bagaimana aku harus menjawab dia. Ketika aku berpikir,
……Gue paham, loe punya dua budak.
Eh?
Jadi gitu. Hey bilang ke gue. Dimana loe dapat budak yang satunya lagi?
………..


Sepertinya dia sudah salah paham.
Dia pikir aku bisa membuat ini karena aku punya dua budak.

Meskipun dia tidak sepenuhnya salah.

Jawab gue!(tlnote:ngegas nih anjing) (Rena’s note: Emang sifatnya kek gitu)
Baiklah…kamu tau monster monyet?
yang punya cakar panjangkan?
Jika kamu mengalahkan mereka, mereka akan berubah menjadi manusia. Dari sanalah dia berasal.
gue paham, semua oke asalkan gue bisa hajar mereka.
Yeah.
gue ngerti. Liat aja, gue bakalan punya banyak budak.
……-_-
Hey idiot, ikut gue.

Seiya membawa budaknya pergi.
Tepat sebelum dia pergi, budaknya membuat ekspresi sedih.
………….

Risha
Yah
Aku akan membuat beberapa panacea, pergi berikan kebudak itu.
Beri pada dia?
Iya.Budak yang bersemangat tetap yang terbaik…Entah dia sedang bersedih atau bahagia. (TN Eng: If you’re wondering why he doesn’t steal Seiya’s slave…how would he at this point? He doesn’t know how and he personally witnessed a god giving Seiya that slave.) (Tlnote:mls gw ngetl note dari tltor engnya gak penting juga) (ed. Singkatnya mah tl en bilang kl mc blom bisa buat ambil alih budak si Seiya)

Baik!

Aku sesegera mungkin menggunakan sihir dan membuat beberapa panacea darurat. Aku kemudian memberikan mereka ke Risha dan mengirim dia untuck menyusul Seiya dan budaknya.


Oiya, bilang padanya jika dia tidak punya tempat untuk mengirim orang yang dia ubah, dia boleh mengirim mereka kemari.
Baiklah~!

Risha mengambil panacea dan lari mengejar mereka.
Lalu aku menyadari Bahwa Mira sedang menatapku dari samping.

Ada apa? Kenapa kamu melihatku seperti itu?
Aku hanya berpikir Master adalah orang yang sangat toleran.(AKA the bigger man)
Seperti itu?
Maksudku,bukan hanya gadis itu…. Kamu juga mengkhawatirkan yang lain.

Yah aku pikir…. Aku benar-benar tidak mengira kalo Seiya bisa mengurus orang yang berhasil diubah.

Lagipula… Master memahami budaknya.
Aku pikir begitu?
Ak…Aku sangat senang bahwa aku menjadi budakmu.

Mira berkata begitu selagi berpose keberanian dan tersenyum. (Ed. Kl bingung bayanginnya.. ‘Yosh ganbarimash.’ pose kek gitu.)

Aku akan menjadi seorang budak yang kuat, sehat, dan penuh semangat!

Senyumnya sungguh menyihir.

Sekali lagi Aku menekankan ke diriku...Budak-budak itu memang paling terpuji dan keberadaan yang patut dicintai.

Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Komentar