Novel Failure Alchemist Chapter 03 Bahasa Indonesia

 Alchemist (2)

Penerjemah: Rena


Semenjak aku pulang dari Upacara Pembaptisan, aku mengurung diri di kamarku sepanjang waktu. Kurasa ini adalah dampak dari pemikiran kalau aku pasti kan mendapat pekerjaan Penyihir seperti kakak-kakakku.

Aku dikhianati oleh harapan itu dan menjadi sangat sedih.

Namun, di pagi hari setelah 2 hari mengurung diri, perutku keroncongan (tentu sajalah) dan aku diam-diam meninggalkan kamarku.

Ketika aku pergi ke ruang keluarga, aku melihat ibuku sedang minum teh di meja teras. Maid Ellie juga bersama Ibuku.

"Wah, Daisy! Akhirnya kamu memperlihatkan diri!"

"Wah, kamu pasti kelaparan. Tentu saja, kan. Ellie, buatkan bubur atau sup, atau mungkin risotto juga bagus. Bisakah kamu membuat sesuatu yang ringan untuk perut?"

Ketika ibuku memberi Ellie perintah, dia berkata, "Saya sudah bersiap dengan merebus gandum sehingga Nona bisa makan kapanpun beliau keluar," sembari tersenyumm dan menunduk, kemudian pergi ke dapur.

Aku menunggu sebentar di meja makan. Ellie pun tiba sambil membawa sup hangat yang baru saja dibuat dan bubur gandum dengan porsi yang sedikit lebih besar.

Aku mengambil sesendok dan memakannya. Bubur yang dipenuhi dengan rasa yang hangat -- sayur-sayuran dan daging yang telah dipotong hingga kecil-kecil dan gandum yang telah direbus hingga lembut. Perut dan pikiranku menjadi hangat.

Ketika aku selesai menghabiskan makananku di meja makan, ayahku datang kepadaku. "Daisy! Akhirnya kamu keluar dari kamar, ya? Ayahmu senang sekali!" katanya ketika dia memelukku.

"Daisy, Ayah memiliki hadiah untukmu!" Ayah tersenyum dan mengajakku ke ruang kerjanya sembari menggenggam tanganku.

***

Disamping meja kerja Ayahku, terdapat beberapa peralatan kaca transparan dan berkilauan serta 3 buku yang terlihat memukau.

"Ini adalah hadiah untuk Daisy, yang hendak menjadi Alchemist!"

Aku mendekati meja dengan goyah, penasaran akan peralatan misterius itu dan tertarik dengan buku-buku itu. Ketika aku membuka buku dari tumpukan dari atas, resep mengenai berbagai hal tertulis di dalamnya."

"Penyaringan (filtration), penyulingan (distilation), potion?" Buku yang terisi oleh banyak pengetahuan yang tak pernah kuketahui sampai sekarang. Aku merasakan hasrat ntuk membaca buku ini.

"Ini semua untukku?" Ketika aku menoleh, ayahku yang dari tadi mengawasiku dari belakang mengangguk.

"Namun bukankah Ayah dan Ibu merasa menyesal karena aku tidak menjadi Penyihir seperti kakak-kakakku?" Setelah berkata begitu, aku mengingatnya kembali dan kesedihanku kembali datang sembari penglihatanku menjadi buram.

"Daisy, 'Alchemist' adalah pekerjaan yang diberikan oleh Sang Dewa kepadamu karena beliau percaya itu sangat cocok kepadamu. Selama Daisy berjuang keras, Ayah, Ibu, dan semua orang akan mendukungmu."

Ayah mengeluarkan sapu tangan dari dalam saku dadanya dan mengusap mataku dengan lembut.

"Ayah, aku akan berusaha keras! Sehingga menjadi Alchemist yang hebat!"

Aku merasa lega dan memeluk Ayahku dengan erat. Aku takut akan dibilang sebagai anak yang tidak berguna. Meski aku menangis, Ayahku masih memelukku.

***

Alkimia dapat berkembang menggunakan api, jadi sebuah kabin terpisah dari mansion dibangun dan diberikan kepadaku sebagai laboratorium pribadi. Peralatan eksperimen yang terbuat dari kaca dan keramik dibawa kemari dengan bantuan para pekerja.

Sebagai permulaan, aku ingin membaca buku di kamarku, jadi ketiga jilid buku "Pengantar Alkimia" ditinggalkan di kamarku.


===========================================
Terimakasih telah membaca
Failure Alchemist Chapter 03 Bahasa Indonesia
Berikan saran dan pesan kalian di kolom komentar
===========================================


Sebelumnya Daftar Isi | Selanjutnya







Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Komentar