Bab 1 - BEING SUMMONED | Bagian 3


-----------------------------------------------
ALIH BAHASA:RENA
EDITOR: ADD-SAN (CURIMHAN)
PROOFREADER: VOID SAFIRMA (OTAKU-AKUT)
-----------------------------------------------



Takuma mengingat kembali pengaturan cross reverie dalam hal pemanggilan makhluk.

Makhluk yang dipanggil diatur untuk terpisah dari monster yang di lawan seperti Demonic Beings dan sejensnya. Mereka adalah makhluk yang dipanggil oleh Summoner dan diperbudak oleh mereka.

Mereka tidak bisa berkata apa pun namun kecerdasan mereka tinggi, dan mampu melepaskan serangan yang kuat. Ada juga beberapa yang memiliki efek khusus seperti penyembuhan.

Namun, karena membuat mereka untuk tunduk itu sulit, Kalung Perbudakan di gunakan dalam Upacara Perbudakan.

Makhluk yang di panggil dan telah di pasangi kalung dalam upacara menjadi taat pada orang yang memanggil mereka.

——Aku, akan dibuat menjadi benar-benar patuh!?

Mengingat pengaturannya, Takuma menjadi pucat.

Jika dunia ini benar-benar sama dengan pengaturan Cross Reverie dalam segala hal, dia sendiri yang dipanggil sebagai makhluk panggilan mulai sekarang harus patuh pada salah satu dari gadis-gadis itu.

Entah si Elf pirang, ramping dan berkaki panjang, cantik, dan berdada besar——

Atau gadis yang pendek, lembut, tanpa ekspresi, dan bertelinga kucing——

Dia merasa seperti, mungkin baik-baik saja bahkan jika dia di paksa untuk patuh.

——Tidak, tentu saja itu tidak bagus!

Setelah membayangkan berbagai godaan, Takuma menggelengkan kepala ke kiri dan ke kanan.

Kedua gadis itu mengalihkan tatapan mereka ke arahnya.

Karena sepertinya mereka hanya punya sedikit waktu untuk berdiskusi —— Si gadis bertelinga kucing mulai berbicara dengannya.

...... Bisakah kau mengerti kata-kata kami?
Ah, ya.

Dia membuat jawaban yang singkat.

Si gadis Elf dan gadis bertelinga kucing membelalakkan mata mereka, terkejut.

Dia berbicara!?
……Aku terkejut. Aneh sekali, di atas bisa memahami percakapan, bahkan dia bisa berbicara ...
Seperti yang diharapkan dariku! Meskipun ini adalah pemanggilan pertamaku, sepertinya aku memanggil sesuatu yang luar biasa!

Gadis bertelinga kucing menatap Elf.

Aku sudah mengatakan ini beberapa kali tetapi, yang memanggil Diablo adalah aku, dan bukan kau.
Tapi aku sudah mengatakannya berkali-kali! Terlebih lagi, Diablo menanggapi panggilanku, tahu !?

Keduanya saling melotot.

Tampaknya mereka bertengkar sepanjang waktu tentang yang mana kah Summon Master-nya.

Itu mengingatkan dia, dua Summoner yang bekerja sama untuk memanggil satu monster panggilan yang kuat, fitur semacam itu tidak ada dalam game.

…… Aku mengerti …… Jika kau  berkata sejauh itu, maka mari kita periksa untuk melihat siapa dari kita yangmemperbudakDiablo.

Si Elf menerimanya sambil memandang rendah si telinga kucing.

Aku tidak keberatan! Ayo lakukan ini! Yah, karena ini adalah makhluk panggilanku, jelas itu akan mematuhiku!

Itu berubah menjadi perkembangan yang aneh.

Si Gadis bertelinga kucing itu mendekatinya.

...... Atas nama Rem Galeu, aku perintahkan kepada engkau. Angkat tangan kananmu.

Sepertinya namanya adalah Rem Galeu. Mungkinkah Rem adalah nama panggilannya?

Takuma dengan patuh mengangkat tangan kanannya.

Elf menyelah.

Jika perintahnya pada tingkatan itu, tentu saja dia Akan mendengarkanmu! Jika kamu mau melakukan ini, kamu perlu memberi perintah yang lebih tidak masuk akal!
...... tidak bisa menerima kekalahan itu sangat tidak enak dilihat, tapi baiklah …… Aku memerintahkanmu, Diablo. Pergi dan cubit pipi Elf itu.
Emangnya seseorang Akan membuat perintah semacam itu!?

Elf itu tercengang.

Takuma memiringkan kepalanya ke satu sisi.

Eh? Tetapi aku tidak ingin melakukan itu ……

Rem menjadi kaget dengan jawaban ini. Itu karena perintahnya ditolak. Dengan kata lain, dia bukan seorang Summoner —— begitukah yang terjadi?

Elf menjulurkan dadanya yang besar. Ada senyum di wajah.

Lihat! Lihat, lihat, lihat, lihat, lihat! Aku tahu bahwa Summoner sebenarnya adalah diriku! Jadi dengan begitu, makhluk panggilanku Diablo! Atas nama Shera, aku perintahkan kepadamu! Pergi dan pukul tubuh bagian bawah (mungkinkah pantat? :v) Pantherian itu!
...... Untuk memerintahkan agar kekerasan dilakukan pada orang lain, aku mulai meragukan karakter mu.

Protes Rem.

Bukankah kamu baru saja mengatakan sesuatu yang serupa beberapa saat yang lalu adalah apa yang dipikirkan Takuma.

Aku juga tidak menginginkan itu.
Mengapa!?

Mata si Elf benar-benar membelalak.

Bahkan Takuma memiringkan kepalanya.

—— Ini tidak biasa, bukan? Bagi ku untuk tidak merasakan paksaan yang seharusnya ada, kejadian itu aneh dengan aku yang diperbudak. Apakah itu karena aku seorang player?

Rem memelototi Shera.

…… Tampaknya, karena kau telah secara paksa mengganggu pemanggilanku, suatu keanehan tampaknya muncul.
Bukankah itu salah!? Aku mengetahui tempat ini lebih dulu darimu, tahu !? Kupikir kalau itu adalah tempat ini, aku akan dapat memanggil bahkan Demon King dari dunia lain dengan kekuatan sihir yang tinggi!
...... Seharusnya aku sudah mengusirmu dari awal ........ Masih belum terlambat bagiku untuk melakukannya sekarang. Aku cuma harus mengusir gangguan secara paksa, dan mengulang Upacara Perbudakan… Dikarenakan Demon King dari dunia lain adalah milikku ......

Rem mengeluarkan kristal transparan dari saku sabuk rumput.

Shera menyiagakan busur yang diselempangkan di punggungnya.

Pada tingkat ini, pertarungan akan segera dimulai.

Bertengkar itu tidak baik.

Mari mencoba berbicara dengan mereka dan membuat mereka tenang —— itulah yang dipikirkan Takuma. Dengan tenang membuat kepalanya untuk bekerja, dan mencoba untuk mengeluarkan kata-kata yang entah bagaimana akan meyakinkan keduanya, dia meyakinkan diri dengan * Hata *.

--Huh? Dalam berbicara dengan g-gadis, apa yang harus aku lakukan lagi?

Takuma mengingat kembali.

Berbicara dengan seorang gadis sungguhan, kapan terakhir kali dia melakukan itu?

Lebih dari setahun yang lalu!? Bukan, apakah pegawai toko serba ada yang dia datangi beberapa waktu yang lalu adalah seorang wanita, pada saat itu ...... aku berbicara dengannya!?

Dunia nyata tidak ada harapan.

Bahkan di dalam game, karena dia hanya memerankan Demon King solo, dia bahkan tidak melakukan obrolan dengan Netkama (Teman Online).

--Tidak! Ada satu! Aku pernah mengobrol dengan satu orang!

Baru-baru ini, dia memiliki pengalaman berbicara dengan seorang gadis!

Takuma menatap Rem dan Shera yang masih bertengkar dan, berdasarkan sedikit pengalamannya, ia memanggil mereka.

Akan lebih baik jika Kalian menghentikan perselisihan bodoh ini. Saat ini, kalian berada di hadapan Diablo, tahu.

Keduanya tiba-tiba menghentikan gerakan mereka.

Dan kemudian, mereka melihat kearahku.

——Baiklah, ini dia!

Itu adalah nada berbicara Demon King yang dia gunakan untuk para player yang menantangnya. Jika begini, dia tidak akan memiliki masalah saat mengobrol bahkan dengan para player wanita.

Setelah memikirkan metode untuk berbicara dengan gadis-gadis itu, takuma mengepalkan tangannya dan bersiap membuat pose kemenangan.

Namun, dia menahannya.

Lagian ‘kan, Demon King tidak akan melakukan kepalan kemenangan.

Diriku benci perselisihan yang tidak berguna. Itu karena sesuatu seperti kegiatan saling menghancurkan antara dua serangga tidak lebih dari gangguan ...... Oleh karena itu, diriku perintahkan kepada kalian. Kalian sebaiknya melakukan jabat tangan yang damai …… Dengan senyuman!

Rem menyipitkan matanya.

Siapa sekiranya ...... yang Akan melakukan hal bodoh itu, tidak ada Elf yang baik seperti di——!?

Shera mengernyitkan alisnya.

Haa!? Karena yang salah adalah yang dia, sampai Pantherian kecil itu meminta maaf aku tidak akan memaafkan—— !?

Ekspresi wajah kedua mulai berubah aneh.

Kelopak mata mereka menutup dengan canggung dan sudut-sudut mulut mereka berkedut dan tersenyum masam.

Perubahannya tidak hanya terjadi di wajah mereka.

Rem memegang kristal di tangan kirinya, dan mengulurkan tangan kanannya yang terbuka.

Shera menurunkan busurnya, dan mengulurkan tangan kanannya dengan cara yang sama.

Keduanya mengambil satu langkah lebih dekat satu sama lain.

…… Bagaimana bisa hal ...... hal bod ... hal bodoh seperti itu terjadi !?

Rem tanpa ekspresi itu, baru saja membuat wajah yang hanya bisa disebut senyuman.

Shera menjadi takut.

Tidak …… Berhenti …… Kenapa, tubuhku, kenapa tubuhku bergerak sendiri !?

Mata mereka tampaknya akan menangis namun gadis-gadis itu mengahirinya dengan senyuman.

Jabat tangan akhirnya terlaksana.

Meskipun itu dengan ekspresi wajah aneh dari apa yang bisa disebut senyuman yang sangat enggan ......

Seperti yang diperintahkan Takuma, gadis-gadis itu melakukan jabat tangan damai dengan senyuman.

Cahaya hitam melingkari kedua kepala.

* Vwoon * ...... Nada rendah terdengar di telinga.

Setelah itu, seolah-olah ada sesuatu yang dikunci suara * Gachi! * terdengar.

Kalung yang kuat muncul di leher Rem dan Shera yang ramping. Kalung itu adalah benda tebal yang memiliki kilau kusam seperti besi.

Rem menyentuh pangkal lehernya dengan tangannya, lalu membuka matanya.

Ini ....... Kalung Perbudakan!?

Shera juga memeriksa lehernya, dan membuat suara seperti teriakan.

Mengapa!? Mengapa!? Bukankah makhluk yang dipanggil itu yang seharusnya dilekatkan kalung!?
...... aku yakin bahwa kita seharusnya melakukan Upacara Perbudakan yang dimaksudkan untuk menempatkan Kalung Perbudakan tetapi ……

Takuma memiringkan kepalanya.

Hn? Upacara Perbudakan kau bilang? Padaku?

Rem mengangguk dengan wajah bingung.

Y, ya …… ​​Itu sihir upacara seharusnya di arahkan kepada mu tapi ......

Takuma tidak memperhatikan tubuhnya.

Dia mengenakan baju hitam pekat The Hollow of Jet Black dan mantel mewah The Curtain of Dark Clouds.

Jika dia menepuknya dia akan tahu bahwa di kepalanya,benda yang disebut The Distorted Crown, yang mirip tanduk kambing, telah terpasang.

Dan kemudian, jari tengah tangan kirinya——

Apa yang ada adalah cincin mewah yang tampak seperti api yang dibekukan secara paksa menjadi bentuk cincin dan memiliki permata hitam pekat yang melekat padanya.

Takuma ingat bahwa tampilan itu.

The Demon King's Ring

Dalam game yang disebut Cross Reverie, itu adalah item super langka yang menampilkan efek yang tak tertandingi untuk melawan penyihir yang disebut Magic Reflection.

Padahal, cara menggunakannya sulit karena pemulihan dan dukungan sihir akan dipantulkan.

Takuma membuat dugaan.

—— Singkatnya, karena cincin ini, Sihir Perbudakan dipantulkan kembali ke mereka berdua, atau sesuatu seperti itu.

Orang yang akan diperbudak bukanlah Takuma, tapi para Gadis Summons Master yang sihirnya terpantulkan.

----------------------


Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Komentar