Prolog - Dunia yang Diawasi oleh Pelangi

Unedited

=====================================





Ketika kamu lahir, ada pelangi besar yang membentang di langit.
Betul. Terlepas dari bagaimana bahasa dan budaya mereka yang mungkin berbeda, semua "orang" mengatakan bahwa pelangi itu terbuat dari tujuh warna. Itu karena pelangi adalah bagian dari makhluk-makhluk hebat yang mengendalikan kehendak dunia, para dewa. Mereka ada sebagai tujuh perwujudan, itulah mengapa mereka disebut “Dewa Tujuh Warna.”
Sang Dewa Merah, Ahmar, adalah dewa perang. Ia juga dewa arbitrase dan penilaian. Jika kamu ada dalam masalah, maka kamu harus mengunjungi kuilnya.
Sang Dewa Jingga, Quirmizi, adalah dewa panen. Oh ya, kita pergi ke festival bersama, kan? Festival yang diadakan dengan harapan akan banyaknya tumbuhan yang tumbuh.
Sang Dewa Kuning, Asfar, adalah dewa pendidikan dan pemimpin. Banyak orang berkumpul di kuilnya untuk belajar. Kamu adalah orang pintar, jadi mungkin bagus juga kalau kamu belajar di sana.
Para penjelajah berkumpul di bawah sang Dewa Hijau, Akhdar. Benar. Dunia luar biasa luas. Benar-benar penuh dengan hal-hal yang belum pernah kamu lihat sebelumnya.
Sang Dewa Biru, Azraq, adalah dewa bisnis. Ketika kamu menjadi dewasa, kira-kira pekerjaan seperti apa yang akan kamu miliki.
Sang Dewa Indigo, Niili, mengatur hidup dan mati, serta pembelajaran penyakit dan obat-obatan. Sihir tidak berfungsi pada penyakit, jadi pastikan untuk berhati-hati.
Sebagai pemimpin para dewa, sang Dewa Violet, Banafsaj, memerintah atas penciptaan dan penghancuran, serta reinkarnasi.
Pelangi muncul di langit ketika para dewa sedang melihat ke bawah atas tanah.
Kamu dilahirkan dengan para dewa yang mengawasimu, jadi kamu akan baik-baik saja.
Kamu pasti akan bahagia. Itu saja yang ku inginkan.
Tidak apa-apa.
Lihat, ada pelangi. Kamu dilindungi oleh takdir.
Tolong, tolong jadilah bahagia.
Mulai sekarang, aku akan mengawasimu dari sisi lain pelangi juga.


Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Komentar