Bab 12 - Medali untuk Budak

Font Size :
Dark Mode
Reset Mode
===================
Penerjemah : Rena
Editor : RiceCooker
===================
Aku berjalan dengan Mira.

Meninggalkan Fountain of Iris, kami melanjutkan dengan garis lurus.

Aku berjalan dengan diam, dan Mira mengikuti dengan diam pula.

Kami berjalan selama sekitar lima menit.

"Oh"
"Apa yang salah Master?"
"Kemarilah dan lihat."

Mira berjalan dari belakang ku.

"Ah."
"Kamu mengerti kan?"
"Iya"

Mira membandingkan di mana dia berdiri dan di tempat dia sebelumnya berdiri.

Seolah-olah ada garis gaib yang membentang di sini.

"Di sini dan di sini."

Aku melompat maju dan mundur melintasi garis yang tidak terlihat itu.

"Ketika aku berdiri di sini, aku merasa nyaman, dan ketika aku berdiri di sini, entah kenapa aku merasa tidak nyaman."
"Iya."
"Dengan kata lain ... apakah ini batas jangkauan Fountain of Iris? Mari kita berjalan sedikit lagi."
"Baik!"

Aku mengajak Mira dan menegaskan lebih lanjut kisaran efektif.

Jarak sekitar 5 menit dari pusat…. Radius sekitar 300 meter tampaknya menjadi kisaran efeknya.

Singkatnya, kota perlu dibangun dalam kisaran yang efektif.

Untuk itu, saya butuh kekuatan gaib.

"Menu Open."

—————————————
Akito
Jenis: Kartu Perunggu
Tingkat Daya Sihir: 2016
Jumlah Item yang Dibuat: 58
Jumlah budak: 2
————————————––

Kekuatan sihirku telah menurun secara substansial. Tidak banyak yang tersisa.

Ini adalah akibat dari pembuatan rumah yang diperlukan karena peningkatan populasi secara tiba-tiba.

Aku membuat rumah-rumah itu secepat yang kubisa, tetapi aku masih belum memiliki cukup rumah.

Jika aku tidak meningkatkan kekuatan sihirku maka ... ..

Lalu aku melihat Mira.

"Ada yang salah, Master?"

Gadis yang tampak seperti elf dengan kalung budaknya.

Budakku.

Budakku yang menggemaskan yang mengisi sihirku dengan senyum dan kebahagiaannya.

"Mira"
"Iya "
"Apakah ada yang kamu inginkan?"
"Sesuatu yang ku inginkan?"
"Ya. Katakan saja dan aku akan membuatnya untukmu."
"U-ummmm ..."

Pikir Mira.
Dia memiringkan kepalanya ke samping dan mengerang sedikit.

"Tidak ... ada sesuatu yang kuinginkan."
"Tidak ada?"

Aku agak bermasalah.

Kuharap bahwa aku bisa membuat sesuatu untuk membuatnya bahagia ... tetapi jika dia tidak menginginkan apa-apa maka aku akan kena masalah.

"Benarkah tidak ada? Kamu tidak harus menahan diri, katakan saja padaku."
"Beneran tidak ada. Yah ... .."
"Ya?"

Mira melihat ke bawah dan gelisah dengan canggung.

"Sudah lebih dari cukup untuk menjadi budak dari Master yang luar biasa seperti anda."

—Sihir telah diisi oleh 1.000—

Selagi dia berkata demikian, sihirku telah bertambah.

Sampai sekarang sihirku telah diisi oleh senyuman dan kebahagiaan.

Aku ingin tahu apakah sihirku diisi oleh kebahagiaan kali ini.

……….wajahku terasa panas.

"…….."

"Ma, maafkan aku. Aku mengatakan sesuatu yang sangat lancang bukan? Aku hanya seorang budak dan aku tidak mematuhi perintah Master, bukan? Um um um ... sesuatu yang kuinginkan ... sesuatu yang kuinginkan ..... "

Mira mulai berpikir dengan panik.

Dia putus asa mencoba mencari "sesuatu yang diinginkannya" hanya karena aku bertanya.

Sungguh manis sekali.

Ketika aku melihat dia seperti itu, aku merasa wajahku semakin panas dan menyebar ke telingaku.

"Mira"
"Wha, ya!"
"Lupakan saja. Tidak apa-apa."
"Aku minta maaf, aku akan menemukan sesuatu dengan cepat jadi ..."
"Tidak apa-apa. Biarkan saja, sudah waktunya untuk bekerja. Tolong konfirmasi efek dari area Fountain of Iris dan tarik garis di tanah."
"--Saya mengerti!"

Mira mengangguk dengan gembira dan mengambil sebatang kayu di dekatnya sebelum menggambar garis di sepanjang perbatasan.

—Magic telah diisi oleh 5.000—

Aku bingung.

Aku hanya merasa malu jadi aku memaksakan beberapa pekerjaan padanya untuk menyembunyikan sifat malu-maluku, tapi sihirku tetap terisi.

Dengan kata lain, ini juga membuat Mira senang.

"Jangan-jangan ... .."

Aku memikirkan sebuah kemungkinan.

"Mira, kembali ke rumah begitu selesai."
"Baik!"

Aku kembali ke rumah dan memilih "kertas" diantara benda-benda yang telah terbuka ketika aku memiliki Bronze Card. Dari kertas itu aku melipat sebuah medali.

Itu adalah medali origami, origami yang normal ... tidak, origaminya nggak bagus-bagus amat.

Kualitasnya seperti anak TK.

Saat aku menyelesaikannya, Mira telah kembali.

"Master, saya telah menyelesaikan pekerjaan saya."
"Sudah selesai? Bagaimana bentuk garisnya?"
"Garisnya membentuk lingkaran, awal dan akhir terhubung."
"Aku mengerti, kerja bagus."
"Iya"
"Kalau begitu aku akan memberimu ini."

Kataku dan menyerahkan medali yang baru saja aku lipat.

"Ini …?"
"Ini hadiah untuk kamu yang melakukan pekerjaan dengan baik."

Ucap ku.

Aku percaya bahwa Mira ingin menjadi berguna bagiku sebagai seorang budak.

Jika demikian, bagaimana kalau aku memberikan ini kepadanya dengan dalih sebagai hadiah untuk kerja keras?

... apakah itu terlalu tidak wajar?

Aku berpikir satu demi satu dan aku mulai gelisah. Lalu aku menambahkan sesuatu yang lain.

"Jika kamu mengumpulkan 10 buah, aku akan menjadikanmu budak spesial."

Bahkan jika kau bertanya padaku, apa budak spesial itu ... .. Aku tidak bisa memberitahumu.

"Terima kasih banyak!!"

—Magic telah diisi oleh 100.000—

"WAH!"
Efeknya luar biasa; jumlahnya begitu banyak sehingga aku secara naluriah mengeluarkan teriakan terkejut.
Share Tweet Share

Comment Now

0 komentar

Please wait....
Disqus comment box is being loaded