Bab 26 - Pemasangan Rumah Beruang Selesai!

===========================
Penerjemah : Rena
Editor : Keiza, Anthony
===============================


Kak Yuna, kita sudah sampai.

Gedung Guild Perdagangan terletak sedikit ke barat dari pusat kota.
Tidak seperti di Guild Petualang, ada banyak ras yang berbeda yang keluar masuk dari gedung itu.
Tidak ada otak otot atau pengguna sihir yang membawa tongkat sihir disini.
Ada juga banyak pedagang yang sepertinya memiliki beberapa kebiasaan aneh.
Ada suasana yang menakutkan, tidak seperti Guild Petualang.
Meski begitu, apakah pakaian beruang masih menonjol? Bahkan di sini, banyak tatapan heran yang tertuju ke diriku.

Apakah kamu mau masuk kedalam, Kak Yuna?

Fina bertanya saat aku berdiri menatap dekat pintu masuk.
Aku mengesampingkan perasaan takjub lalu masuk ke dalam.
Keadaan di dalam penuh sesak.
Bahkan di sini, kostum beruang ku menarik banyak perhatian.
Aku menarik tudung beruang ku dan memotong garis penglihatanku.
Fina melihat sekeliling dengan gelisah dan menggenggam pakaian beruang ku.
Kami berjalan menuju meja resepsionis seperti itu.

Selamat datang!

Seorang wanita berusia pertengahan dua puluhan menyambut kami.
Bahkan setelah melihat penampilan ku, ekspresinya tidak berubah, dan dia menyambut kami dengan senyuman.
Anggota staf Guild Perdagangan gitu loh.

Eem, aku ingin menyewa sebidang lahan kecil, tetapi ketika aku bertanya di Guild Petualang, aku disarankan menuju ke sini.
Ya, itu benar. Selain lahan, Guild Perdagangan juga bertindak sebagai perantara untuk melakukan transaksi. Jadi, lahan seperti apa yang kamu cari?
Pertama-tama, apakah ada lahan kosong?
Ya, ada.
Apakah bisa disewa?
Ya, tidak masalah.
Kalau begitu, aku ingin menyewa satu lahan selama sebulan. Berkisar berapakah harganya?
Itu tergantung pada ukuran dan lokasi lahan tersebut, tetapi apakah kamu memiliki permintaan tertentu?
Tidak apa-apa jika lokasinya sedikit jauh, tetapi sebaiknya di suatu tempat dekat Guild Petualang; jika memungkinkan, luasnya sekitar luas gudang besar Guild Petualang.
Sebidang tanah dengan luas tanah sekitar luas gudang milik Guild Petualang, kan? aku akan memeriksa untuk melihat apa yang tersedia, jadi tolong tunggu sebentar.

Aku pindah tidak jauh dari meja resepsionis. Setelah sekitar lima menit berlalu, dia kembali dengan beberapa lembar kertas.

Terima kasih sudah menunggu, ada lima tempat yang sesuai dengan kriteria mu.
Mana yang paling murah?
Yang ini; di antara lima lahan, itu adalah salah satu yang terjauh dari Guild Petualang. Sewa bulanannya adalah tiga puluh koin perak.

Satu perak sehari, ya.

Apakah itu murah?
Pada dasarnya tidak ada yang dibangun di sana. Sedangkan untuk sewa, ini adalah tentang jumlah yang diharapkan. Tergantung pada bagaimana kamu menggunakan lahan, ada kemungkinan bahwa kamu akan perlu mengembalikan tanah kembali ke kondisi semula saat mengembalikannya, jadi harap berhati-hati.
Dapatkah aku meminta sewa dari tanah lain?
Ya, ada juga tanah dengan biaya sewa 90, 75, 48, dan 35 koin perak yang tersedia.
Bisakah kamu memberi tahu ku lokasi dari kelima plot ini?
Aku mengeluarkan peta, sehingga dia bisa menunjukkan setiap lokasi.
Uh, tanah dengan harga 90 dan 75 koin perak terasa mahal, aku pisahkan saja. Aku juga akan memisahkan tanah dengan biaya sewa 30 koin perak.

Tanah dengan harga 30 koin perak itu tidak di lokasi yang nyaman untuk bergerak.
Setelah itu, tanah dengan harga 35 koin perak dan 48 koin perak  yang tersisa.
Yang terbaik adalah tanah seharga 48 koin perak. Lokasinya terletak dekat dengan guild dan rumah Fina, serta penginapan tempat aku menginap.
Tanah seharga 35 koin perak itu dekat dengan guild, tapi itu jauh dari rumah Fina dan penginapan.

Mana yang kamu suka?
Jika yang ini sedikit lebih murah, itu akan bagus.

Aku menunjuk pada tanah seharga 48 koin perak.

Ngomong-ngomong, bagaimana rencanamu untuk menggunakan tanah ini?
Aku berpikir untuk membangun rumah dan tempat untuk melakukan pekerjaan memilah tubuh monster. Ah, tentu saja aku akan membereskan rumahnya ketika aku mengembalikannya, jadi jangan khawatir.
Tolong tunggu sebentar.

Wanita itu pergi sebentar dan kembali dengan cepat.

Maaf atas kelancangan ku, tetapi apakah kamu Bloody Bear-san?
Ahem, maafkan aku. Apakah kamu petualang Nona Yuna-san?
… Benar.
Terima kasih banyak untuk material serigala, kelinci bertanduk, dan bahan baku Goblin King.
...? Mengapa Guild Perdagangan mengetahui hal itu?
Kamu tidak tau? Guild Petualang dan Guild Perdagangan terhubung. Material yang masuk milik Guild Petualang dibawa ke Guild Perdagangan untuk dijual.
Aku tidak tahu itu.
Ya, dan karena jumlah serigala dan kelinci bertanduk telah meningkat baru-baru ini, semua pedagang sangat senang.
Tapi, jumlah bahan yang aku jual sebagai seorang individu harusnya menjadi jumlah yang tidak signifikan untuk Guild Perdagangan.
Tidak, bahan material yang dibawa Yuna-san sangat indah dan berkualitas tinggi. Petualang normal akan menebas monster berkali-kali, jadi mau bagaimanapun nantinya bakal ada banyak kerusakan. Bahan-bahan yang dibawa Yuna-san tidak hanya indah, tapi juga populer. Bahan material Goblin King yang langkah juga menjadi populer.
Begitukah?
Ya, itulah mengapa aku berbicara dengan supervisor ku. Bagaimana kalau kita membuat sewa untuk sebidang tanah yang sebelumnya menjadi 35 koin perak?
Apakah itu tidak apa-apa?
Ya, jika Yuna-san memilah dan menjual material monster ke Guild Petualang, itu juga akan bermanfaat bagi Guild Perdagangan.
Kalau begitu, aku terima tawaranmu.
Baiklah, izinkan aku untuk memandumu mulai sekarang.

Wanita resepsionis itu berdiri.

Kamu akan membimbingku?
Ya, apakah kamu keberatan?
Bukan itu masalahnya, tetapi bukankah buruk bagi resepsionis seperti kamu bolos kerja hanya demi aku?
Tidak apa-apa, ada resepsionis lain. Lebih penting lagi, aku tidak ingin memutuskan hubungan di antara kita.
Hubungan?
Ya, Yuna-san adalah petualang baru yang menjanjikan. Aku yakin ada banyak orang yang ingin membuat hubungan denganmu. Aku juga salah satu dari orang-orang itu. Maaf karena aku terlambat memperkenalkan diri. Aku Mylene dari Guild Perdagangan. Senang berkenalan denganmu.

Aku memastikan dengan peta bahwa tempat Mylene-san membimbingku ternyata benar.
Lokasinya dekat penginapan.
Tempat ini juga terletak di dekat guild.
Ukuran petak tanah juga cukup besar.
Jumlah penduduk lalu-lalang yang rendah juga bagus.

Aku memutuskan menyewa tempat ini.
Terima kasih banyak. Kalau begitu, tolong tanda tangani kontrak ini dan berikan sebuah salinan kartu guild mu.
Sebuah salinan?
Ya, tidak masalah jika kamu hanya menempatkan kartu guild di sini. Ini akan membuat salinan yang akan digunakan sebagai ID penyewa.

Aku menulis namaku, menyalin kartu guild ku, dan membayar 35 koin perak untuk sewa satu bulan.

Kalau begitu, karena kamu ingin membangun rumah di sebidang tanah ini, Guild Perdagangan dapat bernegosasi dengan tukang kayu atas namamu. Apa yang ingin kamu lakukan?
Tidak apa-apa, karena aku sudah punya rumah.
...?

Mylene memiringkan kepalanya ke samping.
Terlalu merepotkan untuk menjelaskan detail tentang Bear Box dan Rumah Beruang, jadi aku memutuskan untuk tetap diam.

Apakah begitu? Jika kamu butuh sesuatu, silakan datang ke Guild Perdagangan.

Mylene-san membungkuk dan kembali ke the Guild Perdagangan.
Aku memastikan bahwa Mylene-san telah pergi.
Lirik ke kanan, aman.
Lirik ke kiri, aman.
Periksa belakang, aman.
Periksa depan,juga aman.
Aku memastikan bahwa tidak ada pejalan kaki saat ini.
Lalu aku mengeluarkan Rumah Beruang dari Bear Box.
Ya, di tanah kosong melompong, sebuah rumah dibangun dalam sekejap.
Aku mengajak Fina dan menuju ke gudang.

Kalau begitu, Fina, tolong kuliti Tiger Wolves untuk hari ini.

Aku meninggalkan mayat Tiger Wolves di Fina dan segera kembali ke penginapan untuk memutuskan sewa kamar ku.
Tidak ada makanan, tapi aku akan tinggal di Rumah Beruang mulai sekarang.
===============================

Kok aneh ya, sejak aku mulai menulis, dalam cerita seharusnya si MC secepatnya pergi ke Ibukota Kerajaan.
Yah, karena Rumah Beruang bisa di pindah dengan mudah, jadi dia bisa berangkat dengan cepat.
Lagian, sejak awal aku mulai menulis, ide tentang Rumah Beruang tidak terlintas di pikiranku.
Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Komentar