Bab 1 Pengakuan Karen / Teman Pertama Saya / Perawatan dan Tes (PART 1)




==================
Penerjemah : Anthony
Editor : Arkais
==================
Baiklah…”

Setelah sarapan, Karen turun dari tempat tidurnya di kamar rumah sakit; melangkah dengan kakinya; dan mulai mengganti pakaiannya. Ia melepas piama, kemudian mengenakan bra dan celana dalam putihnya. Terakhir, ia memakai seragam Sekolah Menengah Taman Kecil.
Karena beberapa hal setelah serangan selama festival "Garden's Festa" yang dilakukan oleh Vitaly, mengakibatkan perbaikan diperintahkan untuk dilakukan oleh siswa dari Departemen Seni Bela Diri kelas atas. Sementara itu, para siswa di tingkat primer, menengah, dan tinggi diperintahkan untuk menunggu di rumah mereka.
Perintah tersebut akan berlaku selama seminggu, dan akan dicabut setelah ada perintah baru.
Hari Senin telah tiba, oleh karena itu, perintah tersebut dicabut.
Kesehatan Karen sudah mulai membaik. Ia tidak kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari dan tidak perlu menggunakan kursi roda.
Atas keinginannya juga, Karen mungkin akan memasuki tahun kedua Sekolah Menengah Taman Kecil.

Deg!”
Deg!”

Ini hari pertamanya di sekolah sejak lahir. Wajar saja kalau jantungnya berdetak dengan kencang.
Mihal, perawat rumah sakit Karen, pergi ke ruang guru sekolah menengah dan memperkenalkannya kepada wali kelas. Ia adalah wanita yang memakai kacamata dan berusia tiga puluhan. Setelah itu, Karen mengucapkan selamat tinggal pada Mihal dan pergi menuju kelas dengan gurunya.

“Uuh...”
Deg!”
Deg!”

Sejak meninggalkan ruang guru, ia pikir napasnya bisa berhenti setiap saat dan jantungnya berdetak lebih kencang.
Ketika mereka berhenti di depan pintu kelas, Karen bisa mendengar suara di sisi lain.

Sekarang, tunggu di sini.

Selepas ucapannya, guru itu melangkahkan kakinya dan memasuki ruang kelas yang berisik. Karen melihat ke dalam kelas dari pintu yang terbuka.
Setelah tiba di dalam kelas dan melihat para siswa, gurunya mulai berbicara.

“Saya tahu sekarang ada kejutan besar, tapi bisakah kalian diam sebentar? Baiklah, akan saya perkenalkan kalian dengan teman baru. Masuklah, Karen.
Y- ya.

Mendengar namanya dipanggil, Karen mengumpulkan keberaniannya dan masuk ke dalam ruangan yang berisik.
Ia merasa sangat sulit untuk berjalan ke depan. Meski demikian, Karen berhasil berdiri di samping gurunya.

Baiklah, sekarang perkenalkan dirimu.

Gurunya memberi tempat untuk Karen di depan kelas, dan mempercayakan kata pengantar kepadanya.

Um, mmmm...”

Karen berdiri di depan guru.

(Aduuh, kenapa sih aku harus memperkenalkan diri?)
(Ada banyak mata yang menatapku. Setidaknya ada 30 orang di sini. Dulu aku tidak biasa berada dalam situasi ini. Akan tetapi, aku cukup percaya diri untuk bernyanyi di panggung "Garden's Festa". Aku harus bisa memperkenalkan diri.)

Karen membuka mulut, dan dia mulai berbicara.

Namaku Ki-Kisaragi Karen. Mulai hari ini, aku akan bergabung di kelas ini.”
Setelah Karen menundukkan kepalanya dengan hormat, suara riuh dan tepuk tangan memenuhi kelas.
“Wow, Karen yang asli!”
Kawaii!
Apa kakimu baik-baik saja?
Selamat datang di Little Garden.”
Seperti itulah suara yang terus terdengar.
(Er, emm ... Apa yang harus aku lakukan ...)

Suara gurunya menyelamatkan Karen yang kebingungan.

Anak-anak, saya mengerti perasaan kalian, tapi tolong tenang. Kalian membuat Karen kebingungan .

Kemudian, kelas menjadi tenang.

Tempat dudukmu ada di sana. Tidak apa-apa ‘kan, Kisaragi-san?
Kursi yang ditunjukkan oleh guru terletak di sisi kanan kelas. Baris keempat dari depan dan urutan pertama dari belakang.
(Anthony: Entah mengapa semua anime rata” MC atau Heroine-nya duduk dibelakang.)
Oh ya, itu tidak masalah.

Sejak kecil, ia hanya belajar melalui komputer tablet. Oleh karena itu, penglihatannya tidak bagus, tetapi ia masih bisa melihat dengan menggunakan kacamata. Itu sebabnya Karen mengangguk.

Kalau begitu, silakan duduk. Kita akan kembali belajar.

Ketika gurunya melihat Karen sudah duduk, ia mulai membagikan banyak selebaran kepada para siswa di depan setiap baris. Cara membagikannya adalah dibagikan dari depan ke belakang. Karen merasa senang, karena ini pertama kalinya ia menerima selebaran dengan cara tersebut. Selebaran ini bertujuan  untuk menggambarkan status pemulihan Little Garden, daerah yang dikecualikan, dan pembatasan masuk dan keluar yang termasuk Sangria.
Handout menyentuh meja di depan mata Karen.

Lagumu sangat keren! Namaku Rebecca Martin dari Liberia Selatan.

Saat ia melihat ke belakang, gadis di meja depan memberikan selebaran. Kulit dengan warna agak gelap. Rambut ekor kembar yang luar biasa. Seorang gadis dengan sikap ceria.

Ah... ini... Te-terima kasih banyak.”

Karen menerima handout dari Rebecca dan memalingkan mukanya, karena  malu.

Hei, kau, bilang hai juga dong.

Ketika Karen mencoba mengarahkan pandangannya pada selebaran, Rebecca berbicara lagi, bukan pada Karen, melainkan pada gadis berambut pendek hitam yang duduk di sebelahnya, dan mengenakan kacamata.

Kau selalu khawatir tentang Karen sejak dia dikabarkan akan pindah ke sini.
Yah, itu ... itu ... tapi itu ....

Gadis dengan kacamata menunjukkan reaksi yang agak bingung.

Saat memulai, kau harus memperkenalkan diri, sebaiknya kau mulai dengan menceritakan tentangmu. Lihat, Karen sampai heran melihatmu.

“Iya juga sih, tapi...”

Gadis berkacamata yang memperhatikan Karen, berbicara dengan pelan.

Emm, ... namaku Umino Aoi. Maaf jika merepotkan...

Setelah mendengarnya, Karen merespons dengan cepat.

Nama itu, apa kau berasal dari Yamato?”
Ya"

Aoi mengangguk.

Meskipun ibuku berasal dari Liberia, ibuku juga orang Yamato. Aku hanya mempunyai sedikit kenangan disana, karena aku hanya tinggal di sana saat masih kecil. Jika tidak keberatan, apakah kau mau menceritakan tentang Yamato?”
Ya, tentu saja!
Oke, kalau begitu mulai hari ini, kita adalah teman!

Rebecca mengulurkan tangannya.

“…Teman….

Bagi Karen, kata tersebut sangat indah.
Di institusi, semua orang menyebut diri mereka kawan, bukan teman.
Untuk mengatakan bahwa dia adalah teman dari Kirishima Sakura sangat luar biasa, itulah mengapa Sakura sangat menghargai mereka. Intinya, gadis-gadis muda ini adalah teman pertamanya sejak dia lahir.
Kaget, dan jantungnya berdetak

Deg!”
Deg!”

Karen bersalaman dengan Rebecca.

Rebecca-san! Umino-san!”

Suara itu sudah cukup mengejutkan bagi tubuhnya untuk bergidik dan bergetar.

Aku tahu kalau kalian berdua ingin berbicara dengan Kisaragi-san, tetapi kalian harus menyelesaikan kelas dulu... Bukankah begitu?
Maaf.”

Pada saat yang sama Aoi meminta maaf dan kelas penuh tawa.

Maaf. Salamannya nanti saja, ya?

Rebecca mengatakan itu pada Karen.

Ya, ya!

Kemudian, Karen masuk Sekolah Menengah Little Garden dan segera mendapat teman.
Seminggu yang lalu ketika Hayato dan Emilia pergi ke Gudenburg.



End Of This Part



Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Komentar