Bab 13 - Mengenyangkan Perut dan Perut Manisan


Penerjemah : Rena
Editor : RiceCooker
==================



Persediaan makanan kami sudah habis.

Aku berdiri di depan pohon buah yang sudah habis dipanen sembari melihat keatas.

Para penduduk (termasuk Mira) tiba-tiba bertambah sebanyak 20 orang sehingga tingkat konsumsi kami meningkat secara mendadak.

Kemarin kami memetik semua buah dari pohon namun kami hampir tidak bisa memberi makan semua orang.

Persediaan makanan di dalam gudang saat ini mungkin tidak cukup untuk memberi makan satu orang.

Jujur saja, pada tingkat ini semua orang akan mulai kelaparan pada malam hari.

Untuk menyelesaikan masalah ini, Madway dan Joseph mengajak semua orang pergi berburu.

"Tidak ada jaminan bahwa mereka akan bisa mendapatkan buruan ........Menu Open"

Aku memegang DORECA dan membuka daftar menu.

Aku mencari melalui Daftar Barang untuk menemukan beberapa makanan.

Sebelumnya tidak ada daftar makanan apa pun, namun didalamnya ada hal-hal seperti "Pohon Buah" dan "Ladang". Itu agak tidak jelas.

Namun, karena sudah menjadi Bronze Card ada beberapa jenis makanan yang bisa dibuat.

Ketika aku melihat daftar makanan, kebanyakan memiliki biaya sihir yang sangat tinggi.

"……… ..oioi, Kue Bolu berharga 3,000? Bukanah ini Namanya pemerasan?"

Tanpa sengaja aku mengeluarkan keluhanku.

Konsumsi sihir dari benda-benda mencapai ratusan atau ribuan. Kue dan manisan lain harganya lebih mahal dibanding membangun sebuah rumah.

Ketika aku terus melihat, aku menyadari bahwa ada semacam aturan.

"Barang dan makanan mewah mengkonsumsi lebih banyak sihir, ‘kah?"

Daging dan sayuran hanya mengkonsumsi beberapa ratus sihir (itu tetap mahal sih) tetapi, kue bolu bisa mencapai 3.000 dan bahkan parfait mencapai 10.000 sihir.
TLNote: Yang dimaksud sihir disini hampir sama dengan poin/koin di game.

Masih ada yang lain, tetapi umumnya hukum sihir yang lebih banyak membutuhkan lebih sedikit bahan yang benar.

Yang berarti —— aku sekarang cemas tentang betapa sedikitnya makanan di sini…

Di antara daftar makanan ada sesuatu yang disebut Pushinee ... harganya hanya 1 sihir.

1 ... hanya satu saja.

Aku membuat lingkaran sihir.

Anak panah melayang dan menunjuk ke tanah di dekatnya.

Tanahnya bersinar.

Aku mengambil tanah itu dan memasukkannya ke dalam lingkaran sihir.

Dan lingkaran sihir berubah menjadi sebuah Pushinee.

"... .bentar, bukannya itu ○rimate?"
TLNote Eng: Jangan tanya .... Saya tidak tahu ...
TLNote Ind: Gua juga kagak
EdNote: Gw dah neliti artinya tapi gak ngerti-ngerti juga :v

Itulah kesan pertamaku saat melihatnya.

Bentuknya sebuah balok seperti biskuit gizi tanpa kemasan.

Aku mengambilnya, menciumnya, dan menjilatnya untuk mencobanya.

Ini tidak memiliki rasa atau bau. Yang mengejutkan rasanya yang begitu hambar.

Dengan hati-hati aku menggigit sedikit.

"……….nggak enak."
TLNote: Gua bingung mau mengartikan gimana. Soalnya nggak ada rasanya itu makanan

Saking tidak enaknya sampai-sampai air mataku mengalir.
TLNote: [https://kbbi.web.id/saking]

Nggak ada rasanya, nggak ada baunya.

Terlebih lagi, itu benar-benar kering dan terasa sakit ketika Anda mengunyahnya.

Simpel nya bisa kubilang—— ini ○rimate yang buruk.

—Namun,

"Ah, aku tidak merasa lapar."

Sekali lagi aku sangat terkejut sampai tanpa sengaja mengeluarkan ucapanku.

Aku mengambil satu gigitan dan aku dapat dengan jelas merasakan bahwa perut ku telah kenyang.

Aku pergi dan mengambil air dan meminumnya untuk membersihkan tenggorokanku.

Aku menjadi lebih kenyang, hanya memakan ini dan perutku hampir kenyang.

Begitu ya, Pushinee mengkonsumsi sihir sangat sedikit, dan rasanya benar-benar nggak enak tetapi mengenyangkan.

Saya merasa itu sangat mudah dimengerti. Selanjutnya, saya bersyukur.

Jika sudah seperti ini, tidak hanya 20 orang, aku bisa menyediakan makanan ‘tuk ratusan orang.

Jadi mari kita produksi secara massal, atau begitulah yang aku pikirkan saat itu ...

"Kami kembali, Master"

Risha kembali.

"Oh Risha, pas banget. Aku akan membuat beberapa barang jadi bantu aku."
"Baik."

Risha segera membalas dengan tersenyum.

"Materialnya adalah tanah. Aku akan membuat lingkaran sihir satu demi satu jadi ambillah tanah terdekat dan masukkan ke sini."
"Saya mengerti."

Dengan DORECA di tanganku, aku membuat lingkaran sihir Pushinee satu demi satu.

Dan di sebelah mereka masing-masing, Risha menggali tanah dan memasukkannya ke dalam.

Lingkaran sihir dibuat, tanah dimasukkan.
Lingkaran sihir dibuat, tanah dimasukkan.
Lingkaran sihir dibuat, tanah dimasukkan.

Risha dan aku memproduksi Ransum Darurat secara massal yang harganya 1 sihir.

Itu mematikan pikiran dan kami mulai memasuki keadaan hampir meditatif.

Seolah kami bekerja di jalur perakitan untuk memproduksi makanan secara massal.

Kami terus melakukannya selama satu jam dan kami berakhir dengan segunung kecil Pushinee.

Selagi aku melihatnya, aku menyeka keringat di dahiku.

"Kerja bagus-desu"
"Kamu juga."
"Ngomong-ngomong ... barang macam apa ini?"
"Ini makanan yang disebut Pushinee. Dikarenakan kita punya lebih banyak orang dan tidak ada cukup makanan."
"Makanan……."
"..... apakah kamu ingin mencobanya?"
"Apakah itu ‘tak apa-apa?"
"Yah, aku membuatnya sehingga semua orang bisa memakannya ..."
"Itu benar bukan?"

Risha mengambil satu pushinee dan menggigit sekitar 1/3 dari itu.

Lalu dia menutup mulutnya selagi mengunyahnya.

"……… .uuuuu"

Ekspresinya berubah dan dia sedikit mengerang.

"Ahaha, rasanya lumayan nggak enak."
"Tidak, rasanya tidak begitu... ..karena Master lah yang membuatnya."
"Tidak, rasanya buruk. Aku mencicipi itu beberapa saat yang lalu jadi aku tahu. Sebagai gantinya itu sangat mengenyangkan."
"……… ah, itu benar."
"Begitulah. Rasanya menjijikkan tapi itu mengenyangkan perut."
"Iya……"

Risha kemudian mulai menatap ke arah pushinee dengan tatapan yang sangat serius.

Ekspresinya terlihat seperti sedang memikirkan apa yang harus dia lakukan.

"... ini dibuat oleh Master ..."

Dia berhenti sejenak kemudian dengan teriakan kecil, * Ei! * melemparkan sisa pushinee langsung ke mulutnya.

Dia mengunyah dan mengunyah —– dengan air matanya yang mengalir.

Kamu tidak harus memaksakan diri untuk memakannya.

……….

"Apakah kamu sudah kenyang?"
"eh, Ya! Terima kasih untuk makanannya!"
"Apakah kamu pikir kamu memiliki ruang untuk tambah lagi?"
"Uuuuummmmmm …………."

Risha melirik ke arah gunung pushinee dengan wajah yang tampak seperti ingin menangis, tapi tetap saja dia mengangguk.

"Ji-jika hanya sedikit ..."
"Aku mengerti, itu pasti perut kedua (Perut Manisan)." TLNote: Logikanya anak cewek
"??"
"Menu Open"

Memegang DORECA aku membayar 3.000 sihir dan menempatkan lingkaran sihir.

"Huh? Material yang di gudang —— itu bukan Pushinee, Master?"
"Itu sesuatu yang lain. Ayo, ambil bahan-bahannya."
"Saya mengerti."

Risha mengeluarkan bahan-bahan seperti yang diperintahkan dan menempatkannya di dalam lingkaran sihir.

Dan dari dalam gemerlap cahaya ……… sebuah kue bolu muncul.
TLNote: Tadinya lingkaran sihir, sekarang gemerlap cahaya… Maunya apaan sih?

Itu dari buah terakhir di dalam gudang, kue bolu stroberi.

"Apa ini?"
"Cobalah satu gigit dan rasakan bedahnya."
"Baik……"

Risha dengan ragu-ragu menggigit kue itu.

"--Lezat!!"

Tidak seperti ketika dia mencoba pushinee, wajahnya bersinar dengan senyum bercahaya.

Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa seluruh wajahnya berseri-seri oleh senyumnya.

"Ini manis dan lezat-desu. Itu luar biasa, Master!"
"Begitu ya"
"Untuk membuat hal seperti itu hanya untukku ....... Terima kasih banyak, Master!"

Risha mengungkapkan rasa terima kasihnya.

—Sihir telah diisi 2.000—

Di dalam kepala ku, aku mendengar suara itu, sihirku terisi oleh kebahagiaan Risha.

Aku membuatnya dengan 3.000 dan diisi 2.000.

Itu merupakan kerugian sih.

"Yah, terserahlah."

Kalau sampai segini, maka aku pikir itu baik-baik saja.

Baiklah, ketika Risha selesai makan, kami akan memulai kembali produksi pushinee kami.

Maksud aku serius, kami memiliki lebih dari 20 penduduk.

"U-um ...... Tuan"
"Hah?"
"A-Ahhh"

Risha mengulurkan sepotong kue bolu ke arahku sambil tersipu-sipu.

"…………"
"A-ahhh"

Dia mengulangi sekali lagi.

Aku terkejut tetapi saya berhasil menyadarkan diri.

……….itu lezat.

Meskipun aku masih mengalami kerugian dengan kekuatan sihir.

"Ini enak, risha."
"Ini adalah sesuatu yang dibuat oleh Master. Apakah Anda ingin makan lagi?"
"Ya"

Aku serius berpikir pada diri sendiri bahwa "ini hebat".

***********

Pada Malam, ketika Akito dan Mira sedang tidur, Risha menggeliat di atas futonnya.

Kegembiraan itu tertunda dan baru saja terlintas ketika ia berpikir.

—Ini enak, Risha—

Kata-kata Master menggema di dalam pikirannya.

"... ..WKWK, wkwkwkwk"

Wajahnya tersenyum dan dia tertawa kecil.

Butuh beberapa waktu, tetapi perasaan senangnya terbangun sampai sekarang.

(Aku menyuapi beliau, aku mencoba Ahh dan aku menyuapi Master)

Dia senang dan berharap melakukannya lagi.

Sepanjang malam Risha terus terkikik dan menggeliat di tempat tidurnya.

Tanpa dia sadari, sihir Akito sedang terisi banyak.

Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Komentar