Vol 01 - Bab 01 Pertemuan Pemuda dan Gadis Cilik | Bagian 4


=====================

Penerjemah: Ramune
Editor: Infa Nelia

=====================

Part 4: Keputusan Pemuda ‘tuk Menjadi Penjaga Gadis Cilik


“Jadi… kau telah melakukan tindak kriminal, ya, Dale?” Terdengar suara perempuan dari belakangnya. Saat Dale menoleh, terlihat perempuan berambut hitam dari bagian belakang Dancing Ocelot. Dia adalah Rita, istri Kenneth.

Warung ditambah Penginapan Dancing Ocelot ini dikelola sepasang suami istri yang masih muda.

Rita sangat terkejut ketika melihat Dale membasuh badan gadis itu. “Anak haram-mu?”

“Aku penasaran kenapa kau berpikir seperti itu? Kau pikir umurku berapa, hah?!” Teriak Dale dengan nada jijik. “Aku menemukannya di hutan. Mayat ayahnya juga ada di sana,” ucapnya.

Setelah mendengarnya, Rita pun tahu betapa menyedihkannya nasib gadis itu dan juga rasnya yang bukan manusia. Kemudian, tatapannya tertuju pada baju lusuh yang ada di samping bak mandi.

“Itu pakaiannya? Jangan bilang kau mau memakaikannya lagi, ya kan?”

“Duh, lupa....”

“Tunggu sebentar!”

Rita berjalan keluar.

Saat ini, apa yang ada dalam pikiran Dale hanyalah “bersih”. Dia tidak pernah menyangka adanya kebutuhan baju ganti sama sekali.

“Dale, *****?”

“Hmm? ‘barusan, pertanyaan’... yang barusan? Dia Rita, istri pemilik tempat ini.”

“...? Rita?”

“Yap, Ri-ta.”

Saat Latina memiringkan kepala, Rita kembali masuk dengan sebuah baju  panjang dan seperangkat alat lainnya.

“Ya ampun... kau bahkan tidak membawa handuk untuk mengeringkannya! Nih! Ini baju lamaku, walau sepertinya agak kebesaran sih. Oh hampir lupa, pakaian dalam!”

“Iya iya… Makasih ya, Rita.”

Dale terlihat enggan saat Rita menyodorkan satu set pakaian dalam ke arahnya.

“Ada apa? Ini baru, woi! Aku tidak akan memberi yang bekas padanya,” ucap Rita. Seperti itu lah sifat perempuan bernama Rita ini. Keberadaannya sangat diperlukan di warung yang melayani adventurer ini.

Dale mengeluarkan Latina dari bak, dan mengusapnya dengan kain yang Rita beri. Di saat yang bersamaan, Latina menunjuk Rita.

“Dale, Rita?”

“Yap, benar.”

“Rita, Latina.” Latina pun menunjuk dirinya sendiri dan akhirnya membungkuk.

“Oh~ wow, hebat ya, bisa memperkenalkan diri!” Rita berjongkok, menyamakan ketinggian tatapannya dengan milik Latina dan tersenyum. Dia suka anak kecil dan Dale tahu kalau dia ingin diberkahi seorang anak.

“Rita, Latina hanya tahu bahasa Ras Iblis.”

“Gitu, ya? Terus, gimana caranya kau bicara dengannya?”

“Kata-kata mantra menggunakan bahasa yang sama, jadi aku bisa bicara dengan kata yang cocok.”

“Hmm, gitu ya. Terus, apa yang akan kau lakukan dengannya?”

“Intinya aku akan menggunakan Papan-Pesan Akhdar toko ini untuk mencari informasi.”

Latina memakai baju tanpa bantuan Dale. Sepertinya dia bisa melakukannya sendiri. Ternyata dia lebih pintar dari kelihatannya. Karena jika tidak, dia tidak akan bisa bertahan hidup di hutan itu.

Setelah selesai ganti baju, Dale membawa barangnya melalui pintu masuk belakang. Karena dia tidak punya sepatu ganti, Dale menggendongnya. Mereka mengikuti Rita, melewati dapur dan sampai di bagian depan.

Saat ini ada banyak pelanggan, jadi warung ini dalam masa-masa sibuk. Warung ini paling sibuk di pagi dan malam. Saat ini, Kenneth mengurusi warung sendirian. Dale duduk di pojok ruang, menghadap ke arah Rita.

“Oke, apa yang ingin kau cari?”

“Namanya Latina. Seorang Iblis. Coba cari dengan tag itu. Mungkin ada yang mencarinya.”

“Okelah kalau begitu.”

Rita mengangguk dari sisi lain meja dan menyelipkan tangannya ke sebuah benda yang dikenal sebagai “Papan-Pesan Akhdar.”

Law, sajjal, yanadi.”

Papan itu pun mengeluarkan sinar hijau. Walaupun matanya mengamati papan itu, sepertinya dia melihat ke tempat yang jauh.

“Hmm, gak ada sama sekali. Untuk berjaga-jaga, akan kulakukan lagi dengan ciri-ciri fisiknya....”

“Oke.”

Papan-Pesan Akhdar yang dipakai Rita merupakan aset terbesar warung ini. Akhdar adalah Dewa pelindung pengelana, yang mengurusi segala macam informasi. Oleh karena itulah, kuil Akhdar menjadi tempat berkumpulnya informasi. Pendeta dan Duta Akhdar bisa menggunakan sihir transisi informasi yang lebih hebat dari yang bisa digunakan penduduk biasa. Alasannya adalah orang itu telah mendapat Berkah Surgawi.

Karenanya, kuil Akhdar bisa menyebarkan informasi ke tempat jauh sekalipun, informasi tersebut juga disebar ke seluruh kota.

Tempat yang bisa menerima informasi itu ditandai dengan simbol Akhdars (Pegasus di atas tanah hijau), yang ada di depan warung ini.

Menurut kabar burung, pendeta dan duta Akhdar ingin berkonsentrasi pada pengumpulan informasi dan setelah melakukannya, paham betapa merepotkannya mengurusi pencarian informasi yang dilakukan penduduk, jadi mereka pun memberitahu proses melakukannya pada khalayak luas. Karena pendeta Akhdar itu agak aneh, kabar burung ini terbukti benar.

Biasanya, informasi yang tersebar di kota adalah “Berita besar, penemuan baru, dan pembuatan hal baru”. Akan tetapi, berita yang diprioritaskan adalah berita yang ada sangkut pautnya dengan kejahatan.

Orang yang melakukan kejahatan biasanya “dicari” di seluruh dunia. Akan tetapi, mereka tidak bisa melewati batas antar negara untuk mengejar para penjahat itu, mereka menawarkan hadiah pada siapapun yang bisa menangkapnya melalui informasi kuil. Di profesi adventurer, ada banyak orang yang ingin mengambil hadiah itu.

Permintaan seperti pembantaian makhluk sihir berskala besar juga disebarkan kuil.

Papan-Pesan Akhdar ini bekerja sebagai alat untuk menerima informasi. Akhirnya, adventurer yang mencari informasi akan mengerubungi tempat yang memilikinya; selain itu, penduduk setempat juga bisa memberi permintaan pada adventurer. Selain warung makan dan penginapan, Dancing Ocelot ini adalah markas adventurer yang ingin bekerja.

“Tidak ada.”

“Jadi, Latina benar-benar tidak melakukan kejahatan, yah. Dan kalau keluarganya tidak mencarinya, mayat itu memang ayah kandungnya....”

Apa Latina paham diskusi serius Dale dan Rita tentang dirinya? Dia bergerak-gerak di pangkuan Dale, tatapannya ke mana-mana dan terkadang dia melihat para adventurer muda.

Adventurer berwajah kasar yang sedang makan, kadang-kadang juga melihat ke arah mereka, karena keberadaan gadis cilik yang sangat tidak biasa di warung ini. Saat tatapan mereka bertemu, Latina memiringkan kepala dan terus menatap mereka.

Tak lama kemudian, terdengar suara aneh dari Latina. Lebih tepatnya, perutnya berbunyi keras.

“...Latina?”

“Ah, dia pasti mencium bau masakan kami.”

Latina terlihat malu saat Dale dan Rita menatapnya. Rita tertawa dan akhirnya memanggil Kenneth.

“Kenneth, buatkan gadis ini makanan. Buat yang mudah dicerna, oke?”

“Jangan lupa makan malamku,” ucap Dale, dan dia pun pindah ke meja kosong. Karena bagi Latina meja itu terlalu tinggi, Dale mendudukkannya di atas kotak yang ditaruh di atas kursi. Dale menaruh kursi lain dan duduk di sampingnya.

“Jadi, apa yang akan kau lakukan, Dale?” tanya Rita.

“Aku akan merawatnya. Dia tidak paham bahasa kita, dia juga dari ras lain, jadi walaupun kutitipkan ke panti asuhan yang finansialnya selalu kekurangan, tidak ada gunanya.”

Mengatakannya dengan lantang mungkin memantapkan pikirannya. Dale tidak meremehkan tugas merawat anak.

“Aku akan menjadi ayahnya.”

Bersambung



Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Komentar