Vol 01 - Bab 01 Pertemuan Pemuda dan Gadis Cilik | Bagian 5


=================
Penerjemah: Ramune
Editor: Infa Nelia
=================


Part 5: Pikiran Pemuda Terhadap Senyuman si Gadis Cilik

Mata Latina menjadi bundar saat melihat susu panas dan risotto keju ditaruh di depannya. Di sampingnya, ada sup, daging asap serta sayuran. Di samping makanan itu, ada makanan yang lebih banyak dan mengenyangkan untuk Dale, lengkap dengan sebuah sosis daging besar.

[Editor Note: Risotto sejenis makanan khas Italia berupa nasi yang dicampur krim (keju leleh contohnya) sehingga teksturnya seperti bubur namun lengket.]

“Apa gak terlalu sedikit?”

“Goblok! Mustahil gadis kecil seperti dirinya makan sebanyak dirimu,” ucap Rita dengan jijik. “Terlalu banyak makan hanya akan membuatnya sakit perut.”

Rita pun tersenyum saat memberi Latina sebuah sendok. Perbedaan cara perlakuannya pada Latina dibanding Dale dan pelanggan lain layaknya siang dan malam.

“Dale? *********?”

“Iya, makanlah.”

Dale pun sadar jika gadis ini selalu menunggu izinnya untuk segala sesuatu. Walaupun tidak paham ucapannya, Dale paham hanya dengan melihat ekspresi wajahnya.

Latina terkejut saat memasukkan makanan itu ke mulutnya. Dari tingkahnya yang membuka mulutnya lebar-lebar, sepertinya makanan itu terlalu panas baginya.

“Rita, ambilkan air!”

“Oh, terlalu panas?”

Latina pun meniup-niup makanannya pada suapan keduanya. Dale tertawa sementara Rita mengerutkan jidatnya.

Tak lama kemudian, Latina kembali makan dan ekspresinya pun membaik. Dia gampang dimengerti.

“Ohhh, enak ya. Sip!” Dale ikut makan dan ekspresinya pun juga membaik. Dengan adanya Latina disisinya, sepertinya makanan ini terasa lebih enak, walaupun masakannya sama saja. Intinya, Dale merasakan aura lembut dari diri Latina.

Latina tersenyum lalu tertawa. Ini lah pertama kalinya Dale melihatnya tersenyum.

“Sip, makan semua ya, Latina. Mau sosis?”

“Oi, jangan!!!”

Setelah memberi air, Rita melihat Dale yang menaruh makanannya ke piring Latina, Rita pun memukulnya dengan nampan yang dibawanya.

Latina pun terkejut.

“Tapi dia butuh gizi, kan?!”

“Memang, tapi jangan langsung seperti itu! Kenneth dan aku akan membuat makanan porsi anak-anak setiap beberapa jam! Kalau sekarang memang kurang sih, tapi jumlah makannya akan bertambah!”

Tiba-tiba terdengar suara dari dapur, “Tapi yang akan membuatnya aku sendirian, kan…?” tapi mereka berdua mengabaikannya. Saat itu terjadi, Latina meneruskan makannya, walaupun jumlah makanan mereka sangat berbeda, Dale menghabiskannya duluan.

Kemudian, seakan-akan menunggu Latina selesai makan, Rita menaruh piring lain, yang kali ini berisi makanan olah buah-buahan. Warung ini tidak menyediakan makanan manis, membuatnya menjadi yang pertama.

“Aku tak pernah menduga Kenneth baik ke anak kecil....”

Makanannya masih hangat, sepertinya memang dibuat khusus untuk Latina.

Saat ditaruh, sekali lagi, Latina menatap Dale, saat dia mengangguk, dia mulai memakannya. Ekspresinya jadi semakin cerah; matanya berkilauan.

“Enak, ya?”

Melihatnya yang gembira, terlihat jelas kalau Latina suka buah. Dia pasti kesusahan mencari apa yang bisa dimakan di hutan itu. Mustahil dia bisa makan yang manis di sana.

“Gimana? Enak?”

Setelah selesai mengurusi pelanggan lain, Rita melihat Latina dan menerima senyuman yang lebih indah dari sebelumnya. Senyuman itu sangat indah sampai-sampai ia berpikir akan ada bunga mekar di belakangnya. Walaupun mereka tidak bisa berkomunikasi, ekspresinya sudah lebih dari cukup.

Harus cepat-cepat mengajari bahasa agar tidak terpancing makanan pemberian orang aneh…. Melihat senyuman Latina, Dale mengepalkan tangannya di bawah meja, sadar kalau dia juga bisa memancingnya dengan makanan.



Selesai makan, Latina mengamati  piring tadi.

Melihatnya, Dale pun mengelus-elus kepalanya. Mungkin karena terkejut, badannya menegang. Tapi setelah melihat ekspresi Dale, dia kembali tenang.

“Kaget…? Maaf ya. Kau pasti capek, kan? Soalnya ada banyak hal yang terjadi.”

Latina mendengarkannya dengan memiringkan kepala sambil terus melihati wajahnya, seakan-akan mencoba mencari tahu tujuan Dale. Saat Dale berpikir sejenak, dia pun paham jika Latina memperhatikan sekitarnya dengan hati-hati. Mungkin kemampuan observasinya hebat, tapi dalam hal seperti ini, dia terlalu cepat percaya.

Dale pun menggendong Latina dan dia mengelilingkan tangannya ke leher Dale. Posisinya Latina mencoba berpegangan, posisinya agak aneh, tapi karenanya, posisinya stabil dan tidak bergoyang. Dale yang menggendongnya dengan satu tangan saja, berjalan ke depan.

“Rita, aku ingin dia istirahat, jadi aku tidur dulu ya.”

“Oke. Selamat malam, ya, Latina.”

Mendengar suara Rita, Latina lagi-lagi tersenyum lebar. Di waktu yang singkat ini, sepertinya Latina menganggap kalau Dale dan Rita adalah orang yang tidak bisa dipercaya. Karena setelah bertemu mereka, ekspresinya terus membaik.

Rasa hangat yang disebarkannya membuat Dale hampir merasa malu.

Sejak pertemuan pertama yang bisa dibilang singkat ini, sifat Dale sudah sedikit berubah. Kemarin, dia tidak pernah menyangka bisa seperti ini.

Dale berjalan melewati dapur. Melihat Kenneth yang bekerja sekuat tenaga, dia berkata, “Kenneth, Latina bilang buahnya enak~.”

“Ma-sama!” Ucap Kenneth tanpa menoleh ke arahnya yang terus berjalan ke arah tangga di belakang, yang merupakan gudang makanan mentah.

Dia naik ke lantai dua, menaiki tangga dan akhirnya sampai di atap.

Karena tempat itu pernah jadi gudang material yang nantinya dijual untuk para adventurer di lantai satu, ada banyak barang dan koper berserakan, tapi di pojok sana, ada tanda kalau tempat itu ditempati seseorang. Itu lah tempat yang ditempati Dale.
Punya tempat tinggal seperti ini merupakan salah satu alasan mengapa dia memutuskan merawat Latina. Dale bukan penduduk asli, tapi karena dia sering bekerja di sini dan “pindah dari satu penginapan ke penginapan lain itu menyusahkan”, dia meminta tolong pada rekan lamanya, Kenneth, dan tinggal di sini.

Hal itu disetujui saat Rita, yang pernah tinggal di sana, menikahi Kenneth. Selama kau tidak keberatan dengan atap-atap yang rendah, tempat itu cukup nyaman.

Dale tidak kesusahan dalam membayarnya dan dia tidak akan melakukan hal memalukan seperti mengambil barang yang ada di sana, jadi dia tidak menyusahkan pemilik banguna, karena mereka sudah tahu sifat dan gaya hidup satu sama lain.

Dale menurunkan Latina di “ruangannya”. Di sana, ada karpet asing, sementara di dekat jendela ada lemari dan meja. Selain benda itu, ada kotak besar dan kasur. Bagi penduduk asli, itu terlalu sedikit, tapi untuk orang yang bepergian, itu sudah terlalu banyak.

“Latina, tunggu, sini.” Melihat Latina mengangguk, Dale kembali ke bawah untuk mengambil barang yang dia tinggalkan.

Sambil menunggunya, Latina berjalan-jalan di sana. Sepertinya gadis itu memang punya rasa ingin tahu yang tinggi. Dia juga bisa menahan diri, jadi daripada menyentuh, Latina hanya melihat-lihat benda yang ada di sana. Sulit rasanya mengingat apa yang terjadi saat Dale masih kanak-kanak, tapi saat dia membandingkannya dengan anak-anak bermain di kota, Dale pun tahu kalau untuk seukuran anak-anak, Latina cukup dewasa.

Dale melepas sepatunya dan masuk ke daerahnya khasnya sendiri. Di tempat asalnya, daripada di kursi penduduk duduk di lantai secara langsung, dia ingin ruangannya punya rasa familiar yang nyaman. Itu lah alasannya dia menaruh karpet rumahnya di sana, dia tidak mau mengotorinya.
Dia menggantung mantelnya dan menaruh barangnya. Senjatanya ditaruh di atas lemari dekat kasur. Dale membuka jendela dan membiarkan udara segar masuk, dia membuka baju anti-tusuk, dan juga celana panjangnya.

(Ramune: Tidur pakai kolor memang lebih sip)

“Kemarilah, Latina.”

Setelah menebak arti dari gerakan tangannya, Latina mendekat. Dale merebahkan diri bersama Latina di kasur. Jika dibandingkan dengan kebiasaannya, saat ini terlalu dini, tapi kemampuan adventurer untuk tidur saat mereka bisa melakukannya adalah kemampuan yang sangat diperlukan, jadi Dale bisa tidur dengan tenang.

Dale sempat bingung tentang apa yang harus dia lakukan jika Latina tidak menyukai hal ini, tapi ternyata dia, dengan tenangnya, ada di sisinya dan tidur layaknya kucing. Tak lama kemudian, dia pun tertidur pulas.

Dia benar-benar capek. Walaupun dikelilingi orang dan bahasa asing dan tidak paham apapun yang terjadi, ia bisa tidur.

Dale mengelus rambut Latina yang tidur dengan sangat tenang sampai-sampai Dale terkejut dengan kemampuannya. Walaupun dia baru saja memutuskan untuk menjadi orang tuanya, hal ini terasa aneh.
Mungkin hidup bersama seperti ini tidak terlalu buruk, pikir Dale, yang kemudian tidur pulas di sisi badan yang lebih hangat darinya.

Tak lama kemudian, Latina membangunkan Dale dengan tepukan kecilnya, wajahnya terlihat pucat.

Kata yang pertama Latina minta pelajari adalah “kamar mandi.”

Entah bagaimana caranya, Latina berhasil melindungi harga dirinya.

Akhir dari Bab 01 - Pertemuan Pemuda dan Gadis Cilik
Bersambung ke Bab 02




Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Komentar

  1. Thankies Min~

    Tak seperti Raphtalia yg berhasil ngompol di beberapa hari pertamanya

    BalasHapus