Vol 01 - Bab 01 Pertemuan Pemuda dan Gadis Cilik | Bagian 3


=======================
Penerjemah : Ramune
Editor : Infa Nelia
=======================


Part 3: Pulangnya Pemuda Bersama Gadis Cilik

Setelah mengubur ayah Latina, Dale berusaha mencari apapun yang mengindikasikan tempat asal mereka, tetapi dia gagal. Dia berpikir, “akan lebih baik kalau gadis ini punya suatu peninggalan dari ayahnya.”

“Hmm, kalau Latina berjalan, kami pasti terlambat….” Ucapnya sambil melihati Latina, setelah sadar bahwa langkahnya tidak sampai setengah dari miliknya. Dan kalau melihat kondisi tubuhnya, sulit dibayangkan dia masih punya tenaga untuk terus berjalan.

“Tidak ada cara lain….”

Dale pun menggendongnya, yang membuat Latina terkejut. Sejak awal matanya besar, tapi sekarang menjadi lebih besar dan bundar.

Latina tenang dan tidak bergerak menolak.

“Ringan sekali kau ini!” Dia sangat kurus dan ringan sampai-sampai Dale mengatakannya tanpa pikir panjang. “Apa kau benar-benar baik-baik saja…?” Walaupun dia punya niatan buruk saat pertama berjumpa, sekarang dia menjadi peduli padanya. Dale bukanlah orang jahat dan karena dia sudah memutuskan untuk merawatnya, secara mental, Dale sudah peduli padanya.

“Kau tak punya apapun, yah. Harus cepat pulang….”

Dale cepat-cepat mengaktifkan sihir tanah. Untuk memastikan arah yang benar dan akhirnya berlari ke kota.

††††††††††††††††…istirahat dulu sejenak…†††††††††††††††††

Kota yang ditempati Dale saat ini bernama “Kreuz.”

Seperti yang diimplikasikan namanya, Kreuz adalah kota yang bentuknya hampir mirip seperti salib, yang dianggap tempat strategis untuk menuju Ibukota. Selain itu, karena dekat dengan habitat alami makhluk sihir, Kreuz juga terkenal sebagai markas para adventurer, yang menghasilkan uang dari kemampuannya. Jika dilihat dari segi komersial, kota itu adalah kota termegah kedua di Negara Laband. Itu lah kota Kreuz.

(Cross > Kreuz. Seperti plesetan, gitu)

Keramahannya pada pengelana juga menjadi salah satu poin lebih, karena dengan keramahan itu, mereka bisa berkembang sejauh ini. Dengan menggunakan uang hasil jual-beli dari pengelana yang nantinya digunakan untuk upah pembayaran bagi adventurer, kota ini bisa melindungi diri sendiri dari ancaman makhluk sihir.

Kreuz memang kota impian para pengelana.

Kota itu dilindungi dengan dinding besar nan tebal lengkap dengan empat gerbang di ujung yang selalu dijaga para penjaga. Semua orang boleh masuk dengan syarat bayar pajak.

Dale akhirnya sampai ke gerbang selatan yang hampir selalu dia lewati. Saat penjaga sekaligus kenalannya juga melihatnya, dia kebingungan.

“Nih, pajak untuk dua orang.”

“Huh? Kok ada bocah? ...ternyata ras Iblis, yah?” Ucap penjaga paruh baya itu sambil menghitung uangnya, matanya tertuju pada gadis yang Dale gendong.

“Aku menemukannya di hutan. Ayahnya sudah mati. Apa ada aturan yang menyinggung hal ini?”


“Yah…, selama kau mau tanggung jawab, gak apa-apa sih, gak masalah. Kau pasti akan membawanya ke Dancing Ocelot, ya, kan?”

“Iya.”

“Kalau gitu, gak masalah.” Setelah mengatakannya, penjaga itu membolehkan mereka masuk dan bertanya pada orang berikutnya. Reaksi penjaga itu persis dengan apa yang Dale perkirakan. Karena jika dipikir, Dale tahu kalau namanya punya pengaruh yang cukup besar.

Dia terus berjalan ke kota bagian selatan, yang merupakan distrik perumahan dan pertokoan. Ini lah tempat tinggal Dale. Dia tidak butuh tinggal di tempat seperti bagian utara yang ditinggali bangsawan atau bagian barat yang bangunannya megah. Tetapi, dia sering mengunjungi bagian timur karena itu lah pasar dan tempat toko yang merupakan tempat para pedagang.

Ahmar adalah Dewa yang paling banyak dipuja di Negara Laband, oleh karena itu, warna merah dianggap spesial. Hal itu bisa dilihat jelas bahkan dari jalanan Kreuz sekalipun. Contohnya, dinding bangunan dibuat dari batu abu-abu yang dilapisi berbagai warna, tapi atap hampir seluruh bangunan berwarna merah. Tak hanya untuk meminta perlindungan surgawi dari Dewa, tapi hal ini juga merupakan tanda jika disini lah tempat penduduk beriman berada.

Walaupun tempat ini termasuk yang jelek, namun penduduknya terlihat bersemangat. Sekarang sudah petang, jadi ada beberapa orang yang pulang, ada yang mencari penginapan untuk tinggal, ada yang menghabiskan uang jerih payah untuk beli makanan dan minuman dan ada yang sedang berjualan ke para pengelana jalanan…. Orang dari berbagai kalangan berjalan kesana-kemari dari berbagai jalanan.

Sementara itu, Latina yang ada di gendongan Dale, tidak bisa tenang…. Walaupun matanya berkeliaran ke berbagai tempat, dia tidak panik atau pun ketakutan, hanya rasa keingintahuan lah yang ada pada dirinya saat ini. Pipi mungilnya memerah dan terkadang matanya terbuka lebar sampai-sampai bundar. Sepertinya Latina tertarik pada kesibukan petang kota ini.

“Ini namanya jalanan....” Walaupun dia ingin mengatakannya pada Latina, dia tahu kalau Latina tidak akan paham, jadi dia mengatakannya pada diri sendiri.

“***? Dale.”

“Ya ampun, benar-benar sulit kalau gak bisa komunikasi, yah….”

Dale terus berjalan sambil berpikir, akan lebih bagus jika Latina paham bahasa yang digunakan di benua bagian barat ini, yang digunakan oleh berbagai macam ras. Dia berjalan ke tempat yang biasa dia lewati dan saat Dale berhenti, mereka sampai di depan kedai tertentu.

Di atas pintu masuk kedai itu, ada sebuah besi dengan desain aneh, dan ada juga beberapa bendera yang berbaris, yang semuanya memiliki lambang pegasus di tanah hijau. Ini lah “Dancing Ocelot,” sebuah penginapan dengan kedai makanan. Dale masuk ke dalam, pergi ke bagian belakang, dan masuk lagi ke dapur bagian dalam.

“Kenneth, apa kau di sini?”

“Yaa. Oh, sudah pulang rupanya.” Ucap lelaki besar berjenggot bernama Kenneth, yang sedang berjalan dan membawa wajan. Dia melihati Dale dan akhirnya kebingungan. “..., bentar, apa itu?”

“Yah… aku akan menjelaskannya nanti, tapi intinya…, aku menemukannya.”

“Jangan mengatakannya seolah-olah kau menemukan anjing atau kucing, Dale.”

Sambil menata makanan di atas sebuah piring, Kenneth terlihat kerepotan saat mendengar jawaban Dale.

Lelaki besar itu berkepribadian baik, tidak lama ini, dia adalah seorang adventurer yang mengayunkan kapak besar. Hal itu sudah diketahui oleh semua orang yang langganan di kedai ini.

“Jadi…, apa kami boleh menggunakan kamar mandi?”

“Gak masalah….”

Mendengar izin Kenneth, Dale langsung membuka pintu di dekat tempat masuk, yang merupakan kamar mandi di bangunan itu. Kamar mandi itu berlantaikan batu dengan sebuah bak mandi, menjadikannya terlihat biasa, tapi itu sudah cukup.

Dale mengalirkan kekuatan sihirnya ke alat sihir api dan air. Setelah mengecek temperatur airnya, dia mengalirkannya.

Alat sihir itu tidak hanya menghasilkan air, tapi juga membuatnya menjadi hangat. Walaupun demikian, kebanyakan rumah tidak punya kamar mandi. Biasanya, penduduk kota ini pergi ke tempat mandi umum.

Fakta kalau Dancing Ocelot memiliki kamar mandi adalah layanan bagi adventurer agar bisa mandi setelah bekerja seharian. Karena kalau dipikir, banyak dari mereka yang pulang dalam keadaan mengenaskan, seperti yang dialami Dale beberapa jam lalu.

Latina mengamati aksi Dale, mungkin karena alat sihir itu menarik.

Dale melepaskan mantel, pedang, sarung tangan, semuanya, dan kemudian memanggil Latina.

“Latina, ‘kemari,’” ucapnya…, Latina pun datang ke sisinya.

Saat Dale mencoba melepas bajunya, Latina melawannya.

“Ah…, sungguhan perempuan, yah,” Ucap Dale sambil terus menelanjanginya, dan memasukkannya ke bak mandi. Dia sudah menebak kalau dia perempuan dari suara dan bajunya, tapi dia tidak benar-benar yakin sampai barusan.

Air yang mengenai rambut dan tubuh kurusnya berubah menjadi hitam legam. Dale memasukkan sabun ke bak dan gelembung pun terbentuk. Dia membersihkan rambut Latina yang saat ini terlihat seperti tali tampar. Dia juga membasuh badannya, dan sekali lagi, mengganti airnya saat kotor.

Saat dia mengisi ulang bak mandi dan terus membersihkan rambutnya, dia sadar akan sesuatu yang mengganggunya.

Huh? Apa…, gadis ini benar-benar akan jadi cantik?

Setelah membilas rambutnya beberapa kali, warna peraknya kembali. Tanduk yang ada di kepalanya juga terlihat seperti batu hitam mengkilap.

Tulang rusuknya kelihatan, menandakan dia sangat kurus, tapi dengan berjalannya waktu, dia pasti bisa kembali seperti semula. Ras Iblis adalah ras yang kuat. Wajahnya sangat kotor, jadi hanya matanya lah yang terlihat bersih, tapi setelah dibilas, jelaslah jika wajahnya juga cantik jelita. Kalau pipinya menggelembung dan ekspresi wajahnya membaik, dia pasti akan dianggap sebagai gadis cantik yang lucu dan menggemaskan.

Agh, ini malah membuatku gak mau melepasnya….

Jika sampai dilepas, beberapa orang mesum pasti akan langsung menculiknya. Kabar mengatakan jika iblis yang tanduknya tertebas itu diusir kaumnya dan tidak ada yang menjaganya. Dia pasti akan menjadi target dari keinginan ‘bejat’ orang pada gadis kecil.

Aku memutuskan untuk menjaganya, jadi aku harus siap tanggung jawab, pikir Dale saat dia membuat keputusan itu di dalam lubuk hati terdalamnya.



TL’s Rant:

Ramune di sini…
Terima kasih sudah membaca hasil pertama kami..
Kami akan terus berusaha memberi kualitas terbaik.
Jika kalian menemukan hal yang kurang enak dibaca, jangan malu dan sampaikan hal itu di komentar yang sudah disediakan.
Thankies~


Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

2 Komentar