Web Novel Kuma Kuma Kuma Bear Bab 34 Bahasa Indonesia


Bab 34 - Kak Beruang Memasuki Pemandian Beruang

==============
Penerjemah:UDesu
Editor: Rena
==============



 Kamipun tiba di Rumah Beruang.

Berapa kalipun aku melihatnya, rumah ini tetap saja membuatku takjub.
Tirumina dan Gentz telah beberapa kali datang ke Rumah Beruang.
Saat mereka pertama kali ke sini untuk mengucapkan terima kasih, mereka bilang kalau mereka ingin melihat pekerjaan Fina, jadi akhirnya aku mengajak mereka berkeliling di Rumah Beruang.

Kalau begitu, aku akan meminjam dapurmu. Fina, tolong bantu aku.
Aku juga!

Shuri juga ingin membantu memasak.

Silakan pakai bahan makanan yang ada di sini sesukamu
Ya, terima kasih. Tapi kalau begitu, akan jadi masalah jika kami tidak bisa memasak makanan yang enak
Aku tidak terlalu banyak makan, jadi jangan khawatir.
Kami selalu mendapat daging serigala darimu, jadi bantuan yang telah kau berikan pada kami sudah terlalu banyak.

Mereka bertigapun segera menuju dapur.
Aku dan Gentz yang tersisa duduk di kursi dan menunggu mereka selesai memasak.

Rumah ini benar-benar luar biasa.

Dia melihat sekeliling ruangan dan bergumam dengan suara yang kecil.

Apa itu kulit Tiger Wolf?
(Tlnote : Harimau serigala // mau diterjemahin juga apa enggak nih nama monsternya)

Kulit Tiger Wolf, yang kami dapatkan saat pertama kali Fina ikut berburu bersamaku, terpajang di dinding ruangan. Kulit yang satu lagi telah digunakan sebagai selimut di kamarku.

Pertama kali aku melihat nona beruang, aku tak menyangka bahwa kau adalah seorang gadis yang luar biasa

Dia mengatakannya sambil mengenang masa lalu.
Yah, sudah lebih dari sebulan sejak aku tiba di dunia ini.
Bahkan saat di kota, penampilan beruangku ini juga sudah terkenal.
Orang yang bisa beradaptasi dengan mudah itu sungguh menyeramkan.
Bahkan rasa malu akibat mengenakan pakaian beruang inipun sudah hilang.

Nona beruang
Beruang-san
Gadis beruang
Beruang berdarah

Ada banyak julukan yang diberikan orang lain kepadaku, tapi itu semua hanyalah sebatas julukan.

Hingga sekarang, aku masih belum bisa menguliti hasil buruan, tapi aku sudah terbiasa membunuh monster.
Mungkin ini semua akibat pengalaman yang kudapat saat bermain game dulu.

Aku bisa bertemu dengan Fina dan melakukan banyak hal menarik di dunia ini.
Meskipun aku belum mendapat satupun pesan dari Dewa sejak pertama kali ke sini, aku tetap berterima kasih karena telah dibawa ke dunia ini.

Tapi, apa tak masalah?
Hmm?
Soal rumah kami.
Ah, soal itu ya...

Aku telah membeli lahan tempat rumah baru Gentz-san sebagai hadiah pernikahan mereka.
Gentz-san membeli rumah itu menggunakan uang yang telah disimpannya sejak masih jomblo dulu.
(Tlnote : lahan milik Yuna, rumah milik gentz)

Tak masalah. Hanya saja, jika suatu saat aku pergi meninggalkan kota ini, aku tak mau melihat mereka bertiga terlantar di jalanan karena Gentz-san tiba-tiba mati suatu hari nanti. Jadik jika mereka memiliki rumah, setidaknya mereka masih memiliki tempat untuk tinggal.
Oi, oi, jangan tiba-tiba seenaknya membunuhku begitu dong. Aku punya masa depan cerah yang telah menungguku, jadi nasib sial seperti itu tak akan menimpaku!
Baguslah kalau begitu, tolong jaga mereka bertiga dengan baik, oke? Jika tidak, kau sudah tahu apa yang akan terjadi padamu, kan?
Tentu saja! Aku telah berjanji pada Roy di surga bahwa aku akan menjaga mereka bertiga.

Roy adalah mantan suami Tirumina yang telah meninggal, dan sekaligus ayah dari Fina dan Shuri.
Saat mereka masih muda, mereka bertiga berada dalam satu party yang sama. Setelah Roy dan Tirumina menikah, party itu bubar, dan sepertinya Gentz-san akhirnya bekerja di guild.
Beberapa tahun kemudian, tepatnya saat Tirumina sedang hamil Shuri, Roy mengambil quest seorang diri lalu mati.
Sejak saat itu, Gentz-san telah menjaga keluarga mereka.
Sepertinya, mereka berdua jatuh cinta pada saat itu.
Saat Gentz-san menceritakan kisah ini padaku, Fina dan Shuri pun datang membawa makanan.
Uap yang keluar dari setiap masakan membuatnya semakin terlihat enak.
Tirumina-san pun datang membawa masakan terakhir, yang telah disajikan di sebuah piring besar.

Maaf membuat kalian menunggu, aku telah memasak banyak makanan, jadi jangan menahan diri.

Ketiga gadis itupun kembali ke ruangan ini dan duduk di kursi mereka masing-masing.

Yuna-chan, maaf karena pada akhirnya aku menggunakan banyak bahan makanan milikmu.
Jangan khawatir, soalnya aku masih punya banyak bahan makanan.
Dan juga, kulkas beruang itu sangat luar biasa. Sayuran dan daging sama sekali tidak membusuk.

Kulkas beruang adalah kulkas yang kubuat dengan bentuk beruang.
Aku membeli batu sihir es dan membuatnya sendiri.
Soalnya kemudahan dan keefisienan yang dimiliki kulkas di dunia ini sangat berbeda dengan yang ada di Jepang, jadi aku memutuskan untuk membuatnya sendiri.

Aku bisa memberimu satu buah kulkas sebagai hadiah pernikahan.
Aku sangat senang mendengarnya, tapi utang budiku padamu nanti akan semakin bertambah.
Kalau kau tak sanggup membalasnya, aku masih bisa mengambil putrimu.
Ara, apa cukup dengan menukar putriku?
Dia jujur, manis, rajin, dan peduli dengan keluarga, dan juga sangat ahli memasak dan menguliti buruan. Keluarga manapun pasti ingin memilikinya!
(TLNote : waifu material S++)
(EDNote : Bukannya waifu rating SSR ya :3)

Kami berdua melihat ke arah Fina yang sedang memakan daging serigala.

Uuh, Ibu! Kak Yuna juga, tolong hentikan!
Bagaimana caramu membesarkan anak umur sepuluh tahun yang seperti ini?
Mungkin itu salahku. Aku sakit, kemudian dia harus menanggung beban yang berat dan akhirnya harus bekerja lebih keras dibanding anak seumurannya. Dia harus merawatku, adiknya, pekerjaan rumah, dan juga pekerjaan yang diberikan di tempat kerja Gentz. Oleh sebab itu, anak ini tak pernah melakukan apa yang biasa dilakukan anak-anak.
Aku tidak merasa kalau semua itu adalah beban.
Sudah kubilang, mental seperti itu sangat tidak normal bagi seorang anak berumur sepuluh tahun.
Bukan hanya aku yang bekerja keras! Shuri juga sudah banyak membantuku!

Fina mengelus kepala adiknya, yang sedang lahap memakan makanan di sebelahnya.

Ya, Shuri juga telah banyak membantu.

Saat kami selesai makan, Tirumina-san pun membersihkan meja makan.
Setelah makan, aku bersantai sambil meminum jus oren.

Sudah waktunya pulang.
Hari sudah larut, di sini ada kamar kosong untuk tamu yang ingin menginap. Lagipula Shuri sudah...

Shuri sudah tertidur.

Shuri-chan sangat lelah karena sudah ikut membantu pindahan rumah, kan?
Sepertinya begitu.

Tirumina-san terlihat khawatir saat melihat Shuri.

Apa kamu tidak keberatan?
Tentu saja tidak. Lagipula, semuanya terlihat kotor dan berkeringat karena proses pindahan. Kalau kalian pulang sekarang, bukankah akan repot untuk menyiapkan keperluan untuk mandi?
Benar juga. Kalau begitu, kami akan menerima saranmu.

Di dunia ini, ide untuk mandi sepertinya sudah cukup menyebar di kalangan masyarakat.
Jika tidak terlalu miskin, setiap rumah biasanya punya kebiasaan untuk mandi.
Semua ini berkat batu sihir.
Menghangatkan air untuk mandi menjadi mudah menggunakan batu sihir api dan air.
Dunia sihir ternyata cukup praktis seperti dunia ilmu pengetahuan.

Aku telah selesai menyiapkan bak mandi saat Tirumina-san memasak tadi, jadi kami bisa menggunakannya kapan saja.

Baiklah. Karena persiapan mandi sudah selesai, bagaimana kalau kalian bertiga mandi bersama? Setelah itu akan kutunjukkan kamarnya.
Kami bertiga bisa masuk?

Saat aku membuat kamar mandi dulu, aku sengaja membuatnya lebih besar, untuk persiapan jika beruang panggilanku, Kumakyuu dan Kumayuru, kotor dan perlu dibersihkan. Tapi saat aku membuat mereka hilang lalu memanggil mereka kembali, mereka sudah tidak kotor lagi, jadi aku tak punya kesempatan untuk menggunakan kamar mandi yang besar ini.

Tak masalah kalau hanya tiga orang. Ayo Fina.
Kak Yuna, ayo mandi bareng! Tak masalah, kan, bu?
Tak masalah sih, tapi apa muat?
Tenang saja, soalnya Pemandian Beruang kak Yuna sangat besar.
Pemandian Beruang?
Nanti juga mengerti saat melihatnya langsung.

Fina meraih tanganku lalu menarikku dari kursi, kemudian membangunkan Shuri yang masih mengantuk.
Shuri pun berdiri sambil menguap.
Akhirnya Fina menggenggam tangan ibunya.

Jangan ikut, Gentz-san.
Tak akan!

Kami berempat pun menuju kamar mandi.

Tolong lepas pakaian kalian di sini.

Ruangan ini disebut ruangan ganti pakaian saat di Jepang dulu.
Aku memberikan ember kepada masing-masing mereka.
Merekapun melepas pakaian lalu menaruhnya di ember.

Yuna-chan...
Hmm?
Ah tidak. Hanya saja, ini pertama kalinya aku melihat wajah asli Yuna-chan
Begitukah? Meski aku memakai kerudung, kau masih tak bisa melihat wajahku?
Aku bisa melihatnya, tapi kesan yang kudapat saat kau memakai kerudung dan saat kau tidak memakainya sangat berbeda. Aku tak menyangka kalau kau sangat manis.
Iya. Kak Yuna sangat cantik.
Ya, ya, sudah cukup pujiannya. Ayo buruan masuk.

Aku melepas pakaian beruang lalu masuk ke dalam kamar mandi.
Kamar mandi ini cukup besar untuk menampung hingga sepuluh orang.
Sebuah patung beruang putih dan beruang hitam duduk di sisi yang berlawanan di tempat pemandian. Air panas mengalir dari mulut mereka.
Tempat ini dibuat berdasarkan tempat pemandian air panas yang pernah kukunjungi, dimana mereka membuat air panas keluar secara berkala dari mulut patung hewan.

Benar-benar seperti pemandian beruang...
Pertama, tolong siram tubuh kalian terlebih dahulu.
Hei! Ada sabun juga! Ini seperti tempat mandi para bangsawan!
Kemarilah Shuri, aku akan menyiram tubuhmu.

Shuri pun segera menuju ke tempat kakaknya.

Duduk di sini.

Fina mulai menyiram tubuh Shuri mulai dari kepala hingga kaki.
Saat Tirumina melihatnya, dia terlihat menyesal karena telah melewatkan kesempatan untuk memandikan kedua putrinya.
Lalu dia melihat ke arahku.

Yuna-chan, bagaimana kalau aku membantumu menggosok punggungmu?
Aku bisa melakukannya sendiri, tolong urus putrimu saja.
Tapi, bukankah sangat merepotkan untuk membilas rambut panjangmu yang indah itu?
Merepotkan sih, tapi aku bisa melakukannya sendiri.

Yah, rambutku sudah panjang sejak dulu, jadi aku sudah terbiasa membilasnya.

Kemudian Fina duduk di sampingku dan mulai membasuh tubuh dan rambutnya.
Shuri, yang telah selesai, segera merendam tubuhnya di kolam air panas.
Saat Fina sedang membasuh tubuhnya, dia ditangkap dan sekarang sedang dimandikan oleh Tirumina-san.
Akupun selesai membasuh tubuhku dan menjadi orang kedua yang berendam di air.
Setelah itu adalah Fina dan yang terakhir adalah Tirumina-san.

Tubuh Yuna-chan ternyata sangat bagus.
Oh ya?



Aku memiliki pinggul yang langsing, tapi dadaku.....

Yah, meskipun dadamu sangat mengecewakan.
(EDNote : Woi!! Dada Yuna itu punya keindahan tersendiri! FLAT IS JUSTICE!!)

Dia mengatakan apa yang sedang kupikirkan.
Dadaku hanya sedikit lebih besar dari Fina.
Meski begitu, tetap saja aku membandingkannya dengan milik anak berusia sepuluh tahun.

Kurasa dadaku akan segera membesar.
Bukankah itu mustahil?

Tidak mungkin.
Kemungkinan dadaku untuk menjadi lebih besar masih ada untuk beberapa tahun lagi.

Apa punyaku juga bisa tumbuh besar?

Fina ikut dalam pembicaraan.
Aku membandingkan Fina dan Tirumina-san.

Kau bebas untuk bermimpi.
Entah kenapa rasanya kau baru saja mengatakan hal yang jahat.

Tirumina-san melihat dadanya yang tidak terlalu besar.

Tenang saja, jangan khawatir. Dada Fina pasti akan tumbuh besar.
Kupikir sebesar milik kak Yuna sudah cukup.

WUUSH!
Aku segera memeluk Fina dengan erat.
Ini adalah saat dimana aku dan Fina memperdalam pertemanan kami melalui kontak fisik.

Banyak hal terjadi hingga tiba saatnya kami keluar dari tempat mandi.
Saat kami kembali, Gentz-san terlihat kesepian, soalnya dia telah kami tinggal sendiri.
Dia melihat ke arah kami.

Kalian terlalu lama mandinya!

Suara tangisan Gentz-san bergema di dalam ruangan.




Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Komentar