Bab 14 – Bear-san Melapor



Editor: DarkSoul

Yuna-chan! Yuna-chan! Bangun!
Berisik banget sih.

Aku mengusap mataku yang mengantuk dan mengangkat tubuhku.

Akhirnya kamu bangun juga.

Rurina menatapku melalui jendela kecil.

Aku meluruskan punggungku dan meregangkan badan.

Kamu tidur saat aku sedang bekerja keras. Itu tidak adil.
Itu karena menguliti adalah pekerjaan Rurina-san. Apakah kamu sudah selesai?
Sudah. Aku sangat terkejut ketika aku keluar dari gua dan melihat sebuah rumah. Ketika aku mengintip ke dalamnya, aku melihatmu tidur. Rumahnya tidak ada pintu, jadi aku tidak bisa masuk.

Aku membuka dinding dengan sihir dan berjalan keluar.
Ketika aku melihat ke langit, dapat terlihat bahwa waktu telah lewat tengah hari.
Sekitar jam 3 sore?

Ada begitu banyak goblin. Itu sangat melelahkan, karena Yuna-chan tidak membantu.

Aku mengabaikan keluhannya dan mengubah topik.

Apakah ada hal lain yang kita butuhkan di dalam gua?
Tidak, tidak ada.
Kalau begitu, aku akan menutup pintu masuk, karena akan merepotkan jika monster lain mulai tinggal di sana.

Aku memblokir pintu masuk menggunakan sihir Bumi.
Kesempatan monster lain untuk menetap di gua itu hilang.

Kalau begitu, ayo kembali.
Aku sudah lelah ...
Tidak apa-apa, aku akan menggendongmu.

Aku tidak bermaksud untuk kembali dengan santai.

Yuna-chan… jangan-jangan…
Jalannya buruk karena ini gunung, jadi jangan bicara.

Aku tersenyum.
Aku turun gunung sambil memegang Rurina, yang memasang wajah pasrah.
Melompat! Melompat! Melompat!
Tiap kali aku melompat, Rurina menjerit.
Suara jeritan terdengar keras jika asal suaranya tepat di samping telingamu.
Aku mengabaikan jeritan itu dan terus berlari.
Ketika kami tiba di dekat pintu masuk ke desa, aku menurunkan Rurina dan berjalan menuju penjaga gerbang.
Kaki Rurina terlihat goyah. Aku ingin tahu apakah itu hanya imajinasiku?
Kami memberi salam ke penjaga gerbang dan pergi menuju ke rumah walikota.

Umm, kamu cepat kembali. Apakah permintaan itu mustahil?
Tidak, sudah selesai.
Sudah apa?
Permintaan penaklukan goblin sudah selesai.
Ini adalah Batu Sihir Goblin.

Rurina mengeluarkan kantong kulit dari *tas barangnya.
(Mulai dari sini, selain skill, akan kuterjemahkan)
Dia melepaskan ikatannya dan menunjukkan Kepala Desa isinya.
Itu mungkin batu sihir.
Aku tentu saja tidak ingin melihatnya.
Aku tidak ingin melihat batu-batu sihir yang berlumuran darah.
Aku akan kehilangan nafsu makan jika aku melihatnya.
Akan baik-baik saja jika batu-batu itu dibersihkan dengan air, tetapi kupikir tidak ada air di gua itu.

Oo, jadi kalian mampu menaklukkan para goblin. Tetapi, bukankah jumlahnya terlalu banyak?
Karena ada 100 dari mereka.
100 !?

Kepala Desa terkejut.
Yah, tentu saja kau akan terkejut jika ada begitu banyak goblin yang tinggal di dekat desamu.
Tenang saja. Mereka semua dikalahkan. Kami juga memblokir gua tempat para goblin tinggal, jadi kurasa tidak ada monster baru yang akan menetap di dekat sini.
Te, terima kasih banyak.

Kepala Desa menundukkan kepalanya.

Lalu, aku akan menyiapkan penginapan untuk kalian.
Ya, terima kasih banyak. Tidak, kami akan kembali.

Kata-kata Rurina dan aku saling berkebalikan.

Yuna-chan, ini sudah larut.
Kita bisa kembali sebelum senja tiba.

Dua orang menatap kami.

Apakah kamu, mungkin saja, berencana untuk menggendongku ala putri lagi?
Menggendongmu dua atau tiga kali tidak ada bedanya.
Tapi, mereka dengan baik menawarkan kita untuk menginap di penginapan.
Menyelesaikan hal-hal yang merepotkan dengan cepat adalah motto-ku.
… Apakah kita benar-benar akan pergi?
Aku mengangguk
…Aku mengerti. Kita harus melaporkan tentang Goblin King juga, jadi ayo kita kembali.
Goblin King?
Kepala Desa menanggapi kata-kata Rurina.
Alasan berkumpulnya 100 Goblin adalah karena munculnya Goblin King.
Lalu, Goblin King itu?
Tenang saja. Goblin King juga sudah dikalahkan, jadi keadaan sudah aman.
Terima kasih banyak!
Setelah mendapat ucapan terima kasih dari penduduk desa, kami meninggalkan desa.
Larinya yang pelan aja. Juga, melompat sangat dilarang!
Aku mengerti.

Apakah aku menakuti Rurina dengan melompat dari gunung?
Rurina dengan sendirinya menempel padaku.

Ini membuatku frustrasi, tetapi memeluk si Beruang terasa sangat menyenangkan.

Rurina membelaiku (si beruang).
Aku ingin kamu berhenti.
Itu tidak menyenangkan, entah kenapa.
Aku tidak bisa menahan belaiannya, jadi aku mengggendong Rurina dengan gendongan ala putri dan mulai berlari.
Jalanannya datar, tidak seperti di pegunungan, jadi mudah dijalankan.
Aku mengabaikan reaksi dari monster di kejauhan dan berlari.
Terkadang, kami melewati para petualang yang sedang menaiki kereta kuda, tetapi aku tidak mempedulikan mereka.
Sepertinya salah satu dari mereka meneriakkan sesuatu tetapi aku tidak dapat memahaminya.
Gerbang kota mulai terlihat.

Rasanya memalukan, jadi tolong turunkan aku.

Aku mengabaikan suara di dekat telingaku dan terus berlari.

Yu, Yuna-chan? Kumohon?

Pelukannya semakin erat, tetapi tidak menyakitkan.
Aku tiba di gerbang barat seperti itu.
Penjaga Gerbang terkejut.
Rurina merasa malu.
Aku kelihatan seperti beruang.
Tiga orang berdiri diam seribu kata.
Aku menurunkan Rurina dan tanpa sepatah kata pun menyerahkan Guild Card-ku ke penjaga gerbang.
Penjaga gerbang mengkonfirmasi kartu tanpa suara.
Dua orang dengan tenang memasuki kota.

Umm, haruskah aku menggendongmu ke guild?
Hentikan!

Dengan malu, Rurina pergi menuju Guild untuk melaporkan permintaan.
Ada sejumlah petualang yang sudah menyelesaikan pekerjaan mereka, berdiri di pintu masuk guild.
Ketika aku berpikir bahwa aku tidak akan bisa langsung masuk begitu saja, para petualang menyadari keberadaanku dan membuka jalan.
Jalan terbuka bagaiakan laut yang ada di hadapan Nabi Musa. (TL: Ingat kisah Legenda Nabi Musa) (ED: Itu bukan legenda tong, tapi benar benar terjadi) (TL: Eh. Jadi aku salah soal pengertian legenda)

Bolehkah?
Kenapa tidak?

Sesudah masuk, kami pergi ke meja resepsionis.
Ketika kami berbaris di meja resepsionis, seseorang memanggil kami dari belakang.

Rurina, ada masalah apa?
Kenapa kamu ada di sini, Lanz?

Lanz dan Gil duduk di kursi sambil menatap kami dengan tajam.

Aku tidak tahu kapan kalian akan kembali jadi aku menunggu di sini, tapi perkiraanku tampaknya telah terbukti benar. Kalian bisa kembali secepat ini, kalian pasti takut dengan jumlah goblin dan lari.

Lanz tersenyum kotor.
Apakah kamu mengerti?
Jika aku gagal melaksanakan permintaan, kamu juga gagal.

Lanz, maaafkan aku, tetapi permintaan itu selesai.
Haa?

Orang bodoh itu menjadi lebih bodoh ketika dia mendengar kata-kata Rurina.

Permintaan telah selesai. 100 goblin dan Goblin King dikalahkan.
Haa, apa yang kamu bicarakan? 100 goblin? Goblin King? Leluconmu terlalu berlebihan.
Ini bukan lelucon.

Petualang lainnya menoleh kemari setelah mendengar suara lantang Lanz.

100 goblin?
Goblin King?
Mungkin itu bohong.
Tidak mungkin mereka mengalahkan Goblin King.
100 goblin! Itu tidak mungkin hanya dengan dua orang.
Tapi, beruang yang itu loh.
Ya, beruang itu.
Apa itu benar-benar dapat dilakukan oleh Beruang itu?
Lagi pula ini ‘kan Beruang yang itu.

Setelah mendengar percakapan kami, para petualang mulai kegegeran.
Namun, mengapa semua yang dibicarakan tentang beruang?

Rurina-san. Soal Goblin King, apakah itu benar?

Helen datang.

Aku ingin berbicara denganmu sebentar. Silakan kemari.

Kami dipandu ke meja tanpa orang di sekitarnya.

Kalau begitu, tolong beri tahu aku tentang hal itu. Jika aku benar, Rurina-san menerima permintaan untuk menaklukkan segerombolan goblin yang muncul di sekitar gunung desa. Jumlah goblin sekitar 50.
Ya, tetapi ketika kami tiba di sana, ada sekitar 100 goblin.

Para Petualang dengan telinga yang bagus di belakang kami mulai membuat kegaduhan ketika aku melaporkannya.

Maaf, tapi apa kamu mempunyai bukti penaklukannya?

Rurina mengeluarkan tas kulit yang berisi batu sihir dari tas barang.

Aku akan memastikannya.

Dia menerima batu sihir dan mulai mengoperasikan mesin di konter.

Ya, ini memang batu sihir dari Goblin yang ditalkukkan hari ini. Aku juga mendengar tentang Goblin King, apakah itu benar?
Ya, pemimpin para goblin adalah Goblin King.
Apa itu benar? Maka kita harus segera membentuk party peringkat C.
Tenang saja. Yuna-chan sudah mengalahkannya.
... Mengalahkan Goblin King sendirian ...
Si Beruang menjatuhkan Goblin King.
Si Beruang…
Si Beruang…

Suara itu menyebar seperti gema.

Apakah itu benar-benar kenyataannya? Kalau begitu, aku harus meminta batu sihirnya darimu.
Aku membawa mayat Goblin King, loh.
Aa, tas barang beruangnya Yuna-san, kan? Umm, itu mungkin besar, kan? Maafkan aku, tapi bisakah kita pindah ke ruangan sebelah?

Para petualang mengikuti kami dan Helen, seperti tidak ada privasinya sama sekali.

Bisakah kamu mengeluarkannya di sini?

Aku memegang Beruang Putih dan mengeluarkan mayat itu.
Desahan, teriakan, dan berbagai suara lainnya keluar dari sekitar kami.

Ini, tidak diragukan lagi, Goblin King.

Wajah Goblin King menunjukkan kebencian.
Banyak petualang yang tampak ketakutan setelah melihat wajahnya.
Terlebih lagi, mereka terkejut bahwa aku yang mengalahkannya.
Banyak luka dari pertarungan sengit yang bisa dilihat di tubuh Goblin King.
Tidak ada yang akan mengira bahwa itu adalah pembantaian di satu pihak.

Terima kasih banyak. Apakah tidak apa-apa jika kita membeli mayat itu sendiri?
Material Goblin King dapat digunakan?
Mari kita lihat. Kulit Goblin King berbeda dari goblin biasa, sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan dan daya tahan pelindung. Tulang digunakan untuk senjata dan dibuat menjadi alat sihir. Batu sihirnya sangat kuat, sehingga memiliki berbagai kegunaan.
Aku sih nggak masalah, tapi Rurina-san ...
Aku juga tidak mempermasalahan hal itu.
Kalau begitu, bisakah kita kembali ke meja resepsionis?

Aku kembali ke meja resepsionis.
Para petualang masih penasaran, jadi mereka mengikuti juga.

Permintaan ini diterima oleh party Rurina-san. Namun, permintaan itu bisa selesai berkat bantuan Yuna-san, jadi apa yang harus kami lakukan?
Mohon catat sebagai party gabungan antara Yuna-chan dan party kami.
Rurina?
Yuna-chan lah yang mengalahkannya. Kami tidak mungkin mengatakan bahwa itu adalah pencapaian kami. Yang aku lakukan hanyalah bernegosiasi dan menguliti goblin.
Aku mengerti. Kalau begitu mari kita catat seperti itu. Semua orang di party Rurina-san, serahkan Guild Card kalian.
Aku tidak usah.
Lanz?
Aku tidak melakukan apa-apa. Aku hanya menunggu sambil berpikir bahwa wanita itu akan melarikan diri dan kembali kesini. Aku hanya tertawa ketika mendengar dia mengatakan kalau dia akan mengalahkan para goblin sendirian.
Aku juga tidak usah. Aku tidak melakukan apa pun juga.
Gill?
Aku mengerti. Kalau begitu, aku akan menganggap permintaan ini seolah-olah hanya Rurina-san dan Yuna-san saja yang menyelesaikannya. Apakah itu tidak apa?
Ya, terima kasih.
Ini adalah hadiah dari penyelesaian permintaannya dan soal batu sihir goblin dan ini adalah bonus dari penaklukan Goblin King dan materialnya.

Dua kantung diserahkan.
Rurina memberiku kantung tambahan.

Aku tidak mungkin bisa menerima ini. Juga, ambil separuh dari kantung ini.

Setengah dari uang yang diterima untuk menyelesaikan permintaan itu diserahkan kepadaku.

Apakah begini tidak apa-apa?
Itu adalah hadiah untuk dua orang. Aku hanya melakukan pengulitan, tetapi aku tidak bisa memberikan semuanya, jadi ambillah setengah.

Dengan patuh aku taruh uang yang kuterima ke dalam bear box.

Juga, aku minta maaf. Aku akan mengurus Lanz, serta Deborane.

Lanz tampak malu.

Uun, aku juga bersenang-senang. Aku juga sekalian berlatih sihir melawan Goblin King, jadi waktuku tidak sia-sia.

Aku menjadi lebih efisien dalam menggunakan sihir, berkat Goblin King yang menjadi lawan tandingku.
Karena aku mengalahkan Goblin King, aku mungkin bisa mengalahkan monster lain dengan mudah.
Setelah meninggalkan Guild, Rurina-san mengundangku untuk pergi makan bersama, jadi kami pergi ke toko yang dia rekomendasikan dengan Lanz dan Gill.
Lanz menunduk dan meminta maaf setelahnya.
Gill juga meminta maaf karena tidak bergabung dengan misi penaklukan goblin kami.
Aku memutuskan untuk memaafkan mereka dan makan malam bersama mereka.

Apakah benar tidak apa-apa untuk mentraktir kami?
Tidak masalah. Aku punya bayaran dari mengalahkan Goblin King. Kamu juga dapat menganggapnya sebagai biaya kesehatan Deborane.
Begitu ya. Kalo gitu, aku akan makan tanpa ragu.
Terima kasih.

Aku kembali ke penginapan setelah makan bersama mereka bertiga.
Aku memberi tahu Elena kalau aku tidak akan makan malam dan langsung tidur.


Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Komentar