Bab 15 – Bear-san, Libur di Hari Hujan | Bagian 1




Edtor: DarkSoul


Aku tinggal di dalam kamar hari ini karena hujan deras sejak pagi.
Aku membaca buku tentang monster untuk menghabiskan waktu.
Mayoritas Monster yang dijelaskan di dalam buku adalah yang sering ditemukan dalam game, novel, dan komik.
Mungkin ide yang bagus untuk berkeliling dunia dan mencarinya.
Aku memutuskan untuk turun ke lantai pertama karena perutku ingin makan siang.
Ada banyak pelanggan di ruang makan.
Ketika aku menanyakan Elena tentang hal itu,

Oh, kios-kios pedagang kaki lima (PKL) sudah tutup, karena turun hujan, sehingga pelanggan mencari toko yang dapat tidak membuat mereka kebasahan. Mereka fokus pada toko-toko yang dapat meneduhkan mereka dari hujan.

Tentu saja, kios-kios PKL tutup karena hujan itu.
Kurasa pelanggan tidak ingin berbelanja di tengah hujan dan lebih memilih mencari tempat yang hangat untuk makan.
Kalau kau pikir-pikir lagi, wajar mereka memilih toko yang meneduhkan mereka dari hujan.

Aku melihat ke sekeliling ruang makan untuk mencari tempat duduk, tapi sudah penuh.
Aku tidak ingin duduk bersama dengan orang asing, jadi aku memutuskan untuk kembali, tetapi pada saat itu,

Yuna-san, maaf tapi tidak ada kursi yang tersedia, jadi bagaimana kalau makan di kamarmu?
Un, aku tidak keberatan.
Terima kasih banyak. Sebenarnya, aku ingin memprioritaskan Yuna-san, karena kamu tinggal di penginapan ini, tapi ...
Tidak masalah. Kalau begitu, aku ingin makanan spesial hari ini.
Aku mengerti. Aku akan segera membawakannya ke kamarmu, jadi tolong tunggu sebentar.

Sekitar lima menit setelah aku kembali ke kamar, seseorang mengetuk pintu.
Cepat sekali ya.
Yuna-san, bisakah kamu membuka pintunya?
Ketika aku membuka pintu, Elena membawa *hidangan rebus panas.
*TLNote: Mas Editor. Tolong aku!
*EDNote: Ye
Karena makan siang tidak termasuk dalam akomodasi, aku membayar Elena setelah menerima makanan.
Terima kasih banyak.
Kau sibuk ya.
Ya, tetapi ini saat yang tepat untuk meraup keuntungan.
Dia menjawab dengan riang dan kembali.
Dengan senang hati, aku makan makanan yang diletakkan di atas meja.
Tumis sayuran dengan daging, sup panas, dan roti segar.
Aku menyukai hidangan hangat.
Aku mengunyah roti, tetapi aku kangen nasi.
Rotinya enak, tapi, sebagai orang Jepang, aku membutuhkan nasi.
Aku juga ingin makan ramen, tetapi akankah ada sesuatu seperti itu di dunia ini?
Aku akan bertanya pada Elena lain kali.
Setelah selesai makan, aku memikirkan jadwal untuk sore hari.

Aku melihat layar status ku.


Nama: Yuna
Umur: 15
Level: 18
Skill: Language from a Different World, Letters from a Different World, Dimensional Box of the Bear, Observing Eyes of the Bear
Bear’s Detection, Bear’s Map
Magic: Bear's Light, Bear's Body Reinforcement, Bear's Fire Magic, Bear's Water Magic, Bear's Wind Magic, Bear's Earth Magic


Perlengkapan
Tangan Beruang Hitam (Non-transferable)
Tangan Beruang Putih (Non-transferable)
Kaki Beruang Hitam (Non-transferable)
Kaki Beruang Putih (Non-transferable)
Kostum Beruang (Non-transferable)
Celana Dalam Beruang (Non-transferable)

TLNote: Mulai dari sini, Perlengkapan Ku Terjemahkan. Haruskah Skill beserta sihirnya juga ikut di TL?
EDNote: Terserah lu. Kan yang TL elu
Jumlah skill meningkat sejak terakhir kali aku memeriksanya.


Bear's Map
Anda dapat membuat peta tempat-tempat yang pernah Anda lihat dengan Mata Beruang.


Ketika aku memunculkan Bear's Map, semua tempat yang pernah aku kunjungi, yaitu tempat di sekitar kota, desa tempat para goblin muncul, hutan di timur, dan gerbang barat, tampil.
Selain itu semuanya hitam.

Ini tampak seperti minigame.
Meskipun itu praktis, sangat disayangkan bahwa hanya tempat yang pernah aku kunjungi yang ditampilkan.
Yah, mendapatkan peta dunia dengan tiba-tiba akan jadi membosankan.

Lalu aku melihat ke peta, tepat di tempat Goblin King muncul, dan teringat.
Aku mengambil pedang dari Bear Box.
Itu adalah pedang Goblin King.
Pedang ini tidak nampak seseram ketika Goblin King yang memegangnya.
Pedang ini telah menjadi pedang perak yang bersih dan bersinar.


Pedang Goblin King
Level: 7
Efek: Peningkatan kekuatan, Kekuatan Sihir meningkat


Peningkatan kekuatan
Meningkatkan kekuatan pengguna.


Efek Sihir
Pedang ini bisa di-enchant dengan sihir.


Kupikir itulah alasan pedang itu tampak begitu mengerikan di tangan Goblin King.
Ketika aku mengalirkan sejumlah Kekuatan Sihirku ke dalam pedang, pedang itu menyilaukan warna perak yang indah.
Meskipun kamu merasa tertekan, kamu tidak harus menghitamkannya sampai seperti itu.

Aku pikir ini akan berguna di masa depan nanti.
Hujannya tidak akan berhenti hari ini.

Ketika aku memikirkan apa yang harus dilakukan pada hari ini, aku tidak dapat langsung memikirkan hal apa yang mesti dilakukan.
Pengalamanku menjadi hikikomori sangat tinggi, tetapi tidak ada gunanya jika tidak ada internet, TV, novel, atau komik.
Karena tidak ada hiburan, aku mendadak punya waktu luang.
Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali tidur.
Namun, kalau aku tidur sekarang, aku tidak akan bisa tidur di malam hari.
Di Jepang, kalau aku tidak bisa tidur, aku akan membaca novel, bermain game, atau menjelajahi internet, tetapi tidak ada yang bisa dilakukan di dunia ini.
Jadi, mulai sekarang, aku memutuskan untuk memikirkan apa yang bisa kulakukan.

Aku memutuskan untuk melakukan latihan otot karena aku mulai sedikit khawatir tentang hal itu saat melawan Goblin King.
Lengan atasku terasa seperti jeli.
Berkat Kostum Beruang, aku bisa melakukan push-up beberapa kali, puluhan kali atau ratusan kali dan tidak pernah lelah.
Bukankah lenganku akan copot kalau tidak beristirahat? Sambil memikirkan itu, aku melepas Kostum Beruang. Aku sekarang memakai pakaian dalam.
Tentu saja aku mengenakan baju.
Bagian bawahnya masih Beruang sih.
TLNote: Ingat perlengkapannya broh:v
Aku tidak memakai pakaian dalam yang ku beli sebelumnya karena rasanya tidak nyaman.
Kurasa aku akan pergi ke toko kelas tinggi lain kali.
Aku mencoba melakukan push-up sambil memikirkan itu.
Ya, bahkan push-up sepuluh kali saja tidak bisa kulakukan.
Tidak ada yang berubah sejak kehidupanku di Jepang.
Aku menyerah pada lengan atas ku yang seperti jeli dan dengan enggan mengenakan Kostum Beruang.
Hal yang menakutkan adalah, aku mulai terbiasa dengan penampilan beruang ini.

Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Komentar