Bab 2 - Aku Bisa Terbang


===========================
Penerjemah : A. Azkia
Editor : Kezia
==========================


          Ok, Pertama-tama mari kita lihat area sekitar.
Pertama, Aku berada di tempat yang nampak seperti reruntuhan tua. Reruntuhan tanpa atap di tanah kosong yang sangat luas, aku sendiri. Dari kejauhan terlihat sesuatu, Jika aku tidak salah mungkin disana ada sebuah sumber mata air yang cukup besar.
Sedangkan di sisi-ku. aku tertancap di tumpuan alas pedang di tengah tempat itu, Bagaimana menurut-mu jika ada harta karun berupa pedang tertancap disana? Bukankah itu seperti pedang legenda yang hanya diberikan kepada mereka yang mampu menggapai-nya? Setelah-itu, sekitar sini juga tak tampak seperti sebuah dungeon.
Karena aku menancap di tanah, aku tidak bisa berkeliling kesekitar, aku tidak bisa melihat apapun dibelakang. Tapi, sejauh mata-ku melihat pohon-pohon di sini tidak terlalu tinggi hanya semak dan belukar. Jika dicermati dari dekat, sesekali terlihat bayang-bayang. Aku penasaran apakah itu sebuah binatang.

[Tak ada seorang-pun disana.]

Aku tidak bisa bergerak sendiri
Ehh, tunggu dulu, jika aku tidak salah bukan-kah aku punya skill telekinesis. Mungkin aku bisa menggunakan skill itu untuk bergerak.

[Mun...]

Konsentrasi. Telekinesis.... telekinesis.
Tiba-tiba, tubuh ku terasa lebih ringan. Rasa-nya mata pedang-ku terangkat dari tanah. Dan yang paling penting, aku tak pernah membayangkan sebuah pedang melayang di udara.
         
[Woah! Aku bisa melayang!]
         
Jika aku sudah terbiasa membayangkan-nya, itu menjadi cukup mudah. Setelah aku lepas dari alas di tanah, aku bisa bergerak bebas di udara.
         
[Aku terbang!]

Mungkin tidak terlalu cepat, tapi itu cukup untuk sekarang. Sekarang sudah jelas bahwa aku bisa bergerak dengan kehendak-ku sendiri.
Aku mencoba bergerak ke sekitar area dekat alas tempat ku menancap sebelum-nya. Itu terlihat seperti sebuah reruntuhan. Mungkin batu bata itu terbuat dari balok berwarna coklat muda. Yang terkena angin dan hujan selama bertahun-tahun, warna-nya menjadi lebih gelap, dan dipenuhi lumut dimana-mana
          Diameter area ini sekitar 20 meter.

[Siapa orang yang membangun ini. Kurasa mungkin dia adalah orang yang juga telah membuat-ku....]

Ruangan ini sangat usang, aku penasaran berapa lama aku berada di tempat ini?
Sekalipun aku berkata aku adalah reinkarnasi pedang, sebuah pedang tentu tidak bisa tercipta sendiri. Tidak dapat dipungkiri bahwa pasti ada seseorang yang telah membuat tubuh ku. Yah. Tentu-nya jika tubuh ku tidak berubah menjadi pedang, tetapi.
Orang yang membuat-ku tentulah orang yang menggunakan ku pertama kali, kecuali orang yang menempa-ku mati atau mungkin juga menghilang.
Tetapi tubuh-ku, pedang ini, tak ada sedikit pun debu dan lumut disana. Seakan-akan seseorang baru saja meletak-kan ku kemarin.
Ketika aku memikirkan berbagai hal sembari mengamati sekitar, tiba-tiba tubuh ku merasakan perasaan tidak nyaman.

[Huh...]

Entah bagaimana, tubuh pedang-ku mati rasa, tidak bisa bergerak.
Dan, aku mulai jatuh.

[Sungguh....?]

Aku dengan putus asa mencoba menggunakan telekinesis, tetapi itu percuma.
Aku akan jatuh dari ketinggian 10 meter.

[Terbang! Ayo terbang!]

Tetapi, semua usahaku sia-sia aku jatuh ke tanah.
Suara berdenting keras dari logamku terdengar.

[Eeee, aku tidak rusak sedikit pun bukan? Tidak retak bukan? Atau..]

Aku dengan cepat melihat status ku, tetapi seluruh-nya terlihat baik-baik saja. Dan juga, tidak ada yang terasa aneh dari tubuh ku. untuk jatuh dari ketinggian setinggi itu dan berakhir baik-baik saja, bukan kah itu merupakan bagian dari ‘pedang hebat’.

[Tetapi, kenapa aku jatuh?]

Rasa lelah menghampiri tubuh-ku, dan aku tidak bisa menggunakan telekinesis lagi.
Untuk mencari penyebab masalah itu, aku kembali mengecek status-ku.
Aku dengan segera paham alasan-nya.

[Aku sudah kehabisan mana]

Mana dimiliki : 0/200. Mungkin, ketika menggunakan telekinesis, energi sihir yang dimiliki akan berkurang. Mungkin ini sebab dari rasa lelah itu. Bahkan ketika energi sihir ku habis, aku termasuk pedang yang beruntung karena tidak kehilangan kesadaran.

[Aku terbang tidak sampai 5 menit, mungkin hanya sekitar 3 menit]

Sejenak aku menunggu di jalan berbatu. Lalu , energi sihir ku mulai pulih perlahan. Nampak nya pemulihan nya sekitar 1 poin per-menit. Aku memulihkan sekitar 60 poin selama sejam, dan akhirnya aku bisa menggunakan telekinesis kembali.

[Akhir-nya, aku terbang!]

Sejauh ini tidak ada masalah. Aku kembali mengecek status-ku. energi sihir ku berkurang dengan intens.

[Ketika aku menggunakan telekinesis, skill itu mengonsumsinya sekitar 1 poin per-detik? Lalu setelah dikalkulasikan sekitar 200 poin selama 3 menit]

Dan juga rasa-nya tak tertahankan ketika jatuh dan terpelanting lagi ke tanah. Jadi sebelum aku kehilangan seluruh mana ku, aku dengan cepat menyesuaikan posisi agar menacap ke tanah. Dan setelah nya aku tertanam di tumpuan tanah, entah mengapa itu terasa nyaman.
[Fuh, apakah aku bisa kembali seperti ini]
Tapi, aku tidak mempunyai skill untuk begerak dan aku paham bahwa itu bahaya. Jadi sementara, aku akan diam dan mengamati dataran ini.
Ketika aku mengamati dataran ini, berbagai makhluk dapat terlihat. Seperti padang savana di bumi, jauh dari ekspektasi. Di sana bukan hanya hewan mamalia biasa, ada sesuatu yang bahkan terlihat seperti bug, seperti sekelompok manusia tanpa bentuk yang jelas.
Sebagai contoh, semut -atau sesuatu seperti semut- yang aku lihat mempunyai bayangan sebesar anjing kecil.
Pedang –aku- baik-baik saja. Seperti nya tidak ada yang harus diserang.
          [Dan lagi, ini bukan bumi]
          Terlebih, dari jauh terlihat bayangan dari makhluk buas yang nampak cukup besar. Sekalipun di ukur dari jangkauan kasar mata, tinggi-nya mungkin sekitar 10 meter. Setidak-nya, aku pikir sebesar itu.
          [Apa itu yang disebut evil-beasts?]
          Aku melihat mereka, dan ada satu hal yang membuat-ku khawatir.
          [Dengan evil-beast di sini, apakah mungkin ada orang yang bisa mencapai tempat ini?]



Facebook twitter Google+

Related Post

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Komentar