Tampilkan postingan dengan label Hundred. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hundred. Tampilkan semua postingan
Novel Hundred Vol 05 Bab 1 Part 2 Bahassa Indonesia

Novel Hundred Vol 05 Bab 1 Part 2 Bahassa Indonesia

6/14/2019

Bab 1 Pengakuan Karen / Teman Pertama Saya / Perawatan dan Tes (Part 2)



Bab 1 Pengakuan Karen / Teman Pertama Saya / Perawatan dan Tes (PART 1)

Bab 1 Pengakuan Karen / Teman Pertama Saya / Perawatan dan Tes (PART 1)

4/30/2019



==================
Penerjemah : Anthony
Editor : Arkais
==================
“Baiklah…”

Setelah sarapan, Karen turun dari tempat tidurnya di kamar rumah sakit; melangkah dengan kakinya; dan mulai mengganti pakaiannya. Ia melepas piama, kemudian mengenakan bra dan celana dalam putihnya. Terakhir, ia memakai seragam Sekolah Menengah Taman Kecil.
Karena beberapa hal setelah serangan selama festival "Garden's Festa" yang dilakukan oleh Vitaly, mengakibatkan perbaikan diperintahkan untuk dilakukan oleh siswa dari Departemen Seni Bela Diri kelas atas. Sementara itu, para siswa di tingkat primer, menengah, dan tinggi diperintahkan untuk menunggu di rumah mereka.
Perintah tersebut akan berlaku selama seminggu, dan akan dicabut setelah ada perintah baru.
Hari Senin telah tiba, oleh karena itu, perintah tersebut dicabut.
Kesehatan Karen sudah mulai membaik. Ia tidak kesulitan untuk melakukan kegiatan sehari-hari dan tidak perlu menggunakan kursi roda.
Atas keinginannya juga, Karen mungkin akan memasuki tahun kedua Sekolah Menengah Taman Kecil.

“Deg!”
“Deg!”

Ini hari pertamanya di sekolah sejak lahir. Wajar saja kalau jantungnya berdetak dengan kencang.
Mihal, perawat rumah sakit Karen, pergi ke ruang guru sekolah menengah dan memperkenalkannya kepada wali kelas. Ia adalah wanita yang memakai kacamata dan berusia tiga puluhan. Setelah itu, Karen mengucapkan selamat tinggal pada Mihal dan pergi menuju kelas dengan gurunya.

“Uuh...”
“Deg!”
“Deg!”

Sejak meninggalkan ruang guru, ia pikir napasnya bisa berhenti setiap saat dan jantungnya berdetak lebih kencang.
Ketika mereka berhenti di depan pintu kelas, Karen bisa mendengar suara di sisi lain.

“Sekarang, tunggu di sini.”

Selepas ucapannya, guru itu melangkahkan kakinya dan memasuki ruang kelas yang berisik. Karen melihat ke dalam kelas dari pintu yang terbuka.
Setelah tiba di dalam kelas dan melihat para siswa, gurunya mulai berbicara.

“Saya tahu sekarang ada kejutan besar, tapi bisakah kalian diam sebentar? Baiklah, akan saya perkenalkan kalian dengan teman baru. Masuklah, Karen.”
“Y- ya.”

Mendengar namanya dipanggil, Karen mengumpulkan keberaniannya dan masuk ke dalam ruangan yang berisik.
Ia merasa sangat sulit untuk berjalan ke depan. Meski demikian, Karen berhasil berdiri di samping gurunya.

“Baiklah, sekarang perkenalkan dirimu.”

Gurunya memberi tempat untuk Karen di depan kelas, dan mempercayakan kata pengantar kepadanya.

“Um, mmmm...”

Karen berdiri di depan guru.

(Aduuh, kenapa sih aku harus memperkenalkan diri?)
(Ada banyak mata yang menatapku. Setidaknya ada 30 orang di sini. Dulu aku tidak biasa berada dalam situasi ini. Akan tetapi, aku cukup percaya diri untuk bernyanyi di panggung "Garden's Festa". Aku harus bisa memperkenalkan diri.)

Karen membuka mulut, dan dia mulai berbicara.

“Namaku Ki-Kisaragi Karen. Mulai hari ini, aku akan bergabung di kelas ini.”
Setelah Karen menundukkan kepalanya dengan hormat, suara riuh dan tepuk tangan memenuhi kelas.
“Wow, Karen yang asli!”
“Kawaii!”
“Apa kakimu baik-baik saja?”
“Selamat datang di Little Garden.”
Seperti itulah suara yang terus terdengar.
(Er, emm ... Apa yang harus aku lakukan ...)

Suara gurunya menyelamatkan Karen yang kebingungan.

“Anak-anak, saya mengerti perasaan kalian, tapi tolong tenang. Kalian membuat Karen kebingungan .”

Kemudian, kelas menjadi tenang.

“Tempat dudukmu ada di sana. Tidak apa-apa ‘kan, Kisaragi-san?”
Kursi yang ditunjukkan oleh guru terletak di sisi kanan kelas. Baris keempat dari depan dan urutan pertama dari belakang.
(Anthony: Entah mengapa semua anime rata” MC atau Heroine-nya duduk dibelakang.)
“Oh ya, itu tidak masalah.”

Sejak kecil, ia hanya belajar melalui komputer tablet. Oleh karena itu, penglihatannya tidak bagus, tetapi ia masih bisa melihat dengan menggunakan kacamata. Itu sebabnya Karen mengangguk.

“Kalau begitu, silakan duduk. Kita akan kembali belajar.”

Ketika gurunya melihat Karen sudah duduk, ia mulai membagikan banyak selebaran kepada para siswa di depan setiap baris. Cara membagikannya adalah dibagikan dari depan ke belakang. Karen merasa senang, karena ini pertama kalinya ia menerima selebaran dengan cara tersebut. Selebaran ini bertujuan  untuk menggambarkan status pemulihan Little Garden, daerah yang dikecualikan, dan pembatasan masuk dan keluar yang termasuk Sangria.
Handout menyentuh meja di depan mata Karen.

“Lagumu sangat keren! Namaku Rebecca Martin dari Liberia Selatan.”

Saat ia melihat ke belakang, gadis di meja depan memberikan selebaran. Kulit dengan warna agak gelap. Rambut ekor kembar yang luar biasa. Seorang gadis dengan sikap ceria.

“Ah... ini... Te-terima kasih banyak.”

Karen menerima handout dari Rebecca dan memalingkan mukanya, karena  malu.

“Hei, kau, bilang hai juga dong.”

Ketika Karen mencoba mengarahkan pandangannya pada selebaran, Rebecca berbicara lagi, bukan pada Karen, melainkan pada gadis berambut pendek hitam yang duduk di sebelahnya, dan mengenakan kacamata.

“Kau selalu khawatir tentang Karen sejak dia dikabarkan akan pindah ke sini.”
“Yah, itu ... itu ... tapi itu ....”

Gadis dengan kacamata menunjukkan reaksi yang agak bingung.

“Saat memulai, kau harus memperkenalkan diri, sebaiknya kau mulai dengan menceritakan tentangmu. Lihat, Karen sampai heran melihatmu.”

“Iya juga sih, tapi...”

Gadis berkacamata yang memperhatikan Karen, berbicara dengan pelan.

“Emm, ... namaku Umino Aoi. Maaf jika merepotkan...”

Setelah mendengarnya, Karen merespons dengan cepat.

“Nama itu, apa kau berasal dari Yamato?”
“Ya"

Aoi mengangguk.

“Meskipun ibuku berasal dari Liberia, ibuku juga orang Yamato. Aku hanya mempunyai sedikit kenangan disana, karena aku hanya tinggal di sana saat masih kecil. Jika tidak keberatan, apakah kau mau menceritakan tentang Yamato?”
“Ya, tentu saja!”
“Oke, kalau begitu mulai hari ini, kita adalah teman!”

Rebecca mengulurkan tangannya.

“…Teman….”

Bagi Karen, kata tersebut sangat indah.
Di institusi, semua orang menyebut diri mereka kawan, bukan teman.
Untuk mengatakan bahwa dia adalah teman dari Kirishima Sakura sangat luar biasa, itulah mengapa Sakura sangat menghargai mereka. Intinya, gadis-gadis muda ini adalah teman pertamanya sejak dia lahir.
Kaget, dan jantungnya berdetak

“Deg!”
“Deg!”

Karen bersalaman dengan Rebecca.

“Rebecca-san! Umino-san!”

Suara itu sudah cukup mengejutkan bagi tubuhnya untuk bergidik dan bergetar.

“Aku tahu kalau kalian berdua ingin berbicara dengan Kisaragi-san, tetapi kalian harus menyelesaikan kelas dulu... Bukankah begitu?”
“Maaf.”

Pada saat yang sama Aoi meminta maaf dan kelas penuh tawa.

“Maaf. Salamannya nanti saja, ya?”

Rebecca mengatakan itu pada Karen.

“Ya, ya!”

Kemudian, Karen masuk Sekolah Menengah Little Garden dan segera mendapat teman.
Seminggu yang lalu ketika Hayato dan Emilia pergi ke Gudenburg.



End Of This Part



Prolog

Prolog

1/07/2019

======================
Penerjemah : Anthony
======================

Epilog

Epilog

12/28/2018

Penerjemah : Anthony
==============================

Setelah acara malam festival selesai, semua siswa tahun pertama hingga ketiga yang tergabung dalam departemen seni bela diri berkumpul di aula besar, dan mereka diberitahu tentang rencana pemulihan oleh Dewan Mahasiswa.
Tapi Emile Crossfode tidak ada di sini... Emilia Hermit, lebih tepatnya, Emilia Gudenburg. Komando tinggi akan membagikan informasi yang telah dikonfirmasi. Di sana, identitas sebenarnya dia akan dipublikasikan kepada semua teman-teman dari departemen seni bela diri.
(Anthony: “Dia” yang dimaksudkan di atas adalah Emilia.)
Kegembiraan acara malam itu masih membuat orang-orang bersemangat, tetapi saat pintu aula besar dibuka, dan interior yang memukau ada dimana-mana, ada beberapa orang yang masuk. Mereka yang masuk adalah Claire, Liddy dan Erika, anggota Dewan Mahasiswa.

「Terima kasih sudah menunggu semuanya.」(Claire)

Berdiri di depan podium, Claire mulai berbicara.

「Sebagai permulaan, seperti pada acara malam festival, saya ingin berterima kasih kepada kalian semua, karena melindungi Little Garden dari tangan teroris Vitaly Tynyanov.」(Claire)

** Tepuk tangan ** ** Tepuk tangan ** Suara tangan saling berbenturan, seolah-olah mereka saling bertempur, memenuhi aula besar.
(Anthony: Yang aslinya begini “plok, plok, plok”)
Setelah kembali diam, Claire melanjutkan pidatonya.

「Berkat pelatihan harian yang dilakukan setiap orang, tidak ada korban yang meninggal. Namun, sebagian dari lembaga itu hancur dan banyak orang terluka, termasuk Dewan Siswa. Sebagai wakil Warslan, saya yang bertanggung jawab atas semua ini. Saya tidak tahu apakah permintaan maaf cukup, tetapi mulai hari ini, saya akan bekerja siang dan malam dengan rencana pemulihan untuk Little Garden. Sebagai langkah awal, dan berdasarkan kondisi saat ini, Erika akan memberitahu Anda tentang apa yang telah diputuskan sejauh ini.」(Claire)
(Anthony: Aku menggunakan kata “saya” dalam pidato Claire karena sedang berbicara formal.)
「Oleh karena itu, saya akan berbicara kepada kalian mulai sekarang.」(Erika)

Erika, yang berdiri di depan podium menggantikan Claire, melaporkan bahwa perbaikan diharapkan untuk mengambil setidaknya satu bulan di Little Garden, dan selama waktu itu, karena berada di pelabuhan, kota Sangria, akan sangat mungkin untuk menormalkan sebagian keadaan.
Mahasiswa divisi atas dari departemen seni bela diri diperintahkan untuk menghabiskan waktu mereka di kelas yang berkaitan dengan pemulihan kapal.

「Saya menyelesaikan laporannya.」(Erika)

Setelah mengatakan itu, Erika digantikan lagi oleh Claire.
Ternyata, momen itu akhirnya tiba.

「Akhirnya, ada satu berita terakhir untuk kalian semua.」(Claire)

Claire mengatakan itu, dan mengalihkan pandangannya ke pintu depan ruangan.

「Masuklah, Emilia Hermit.」(Claire)

Pintu terbuka sebagai jawaban terhadap perkataan itu, dan seorang gadis memasuki ruangan.
Berlainan dari biasanya, rambut perak panjangnya tidak terang. Dia memakai pakaian seragam untuk anak perempuan di sekolah menengah. Menyambut hal ini, rumor mulai menyebar.

「Hmm, bukankah itu Emile Crossfode?」(Siswa A)
「Sekarang aku memikirkannya, dia tidak ada di sini.」(Siswa B)
「Mungkinkah itu semacam hukuman dalam bentuk permainan?」(Siswa C)
「Pacar?」  (Siswa D)
「Tidak, itu bukan saudara perempuannya?」(Siswa E)

Untuk Hayato, begitu banyak pertanyaan dan kesimpulan terbentuk sebagai longsoran salju yang mendekati telinganya.

「Bahkan, kami Dewan Siswa, tidak dapat mengenalinya saat setelah mendaftar, tetapi karena alasan pribadi dia mengakui perbuatannya – maksud saya, dia mengakui niatnya. Namun, berdasarkan permintaannya sendiri, saya telah memutuskan untuk mempublikasikannya. Bagaimanapun, rinciannya akan dikatakan sendiri. Emilia, tolong.」(Claire)
「Baiklah」(Emilia)

Emilia berdiri di depan podium, di tempat Claire.

「Yah, saya pikir saya dapat memahami kenyataan, bahwa Anda melihat bahwa sosok... yang cantik ini adalah saya, ternyata seorang wanita.」(Emilia)

Segera, "AH?" "Apa !?" Suara-suara terkejut mulai muncul di seluruh ruangan.
Emilia akan melanjutkan hubungan darahnya dengan Gudenburg, yaitu garis keturunannya, karena dia adalah putri ketiga. Kemudian dia mulai berbicara tentang keadaan keluarganya.
Pada awalnya, dia meninggalkan negara tanpa izin, tetapi sudah diterima di Little Garden, dan diizinkan untuk menetap di sini. Selama mungkin, dia akan menceritakan semuanya.
Pokoknya, Emilia sudah memberi tahu Kilferthar dan Claudia bahwa dia tidak akan meninggalkan Little Garden dan tidak akan kembali ke Gudenburg. Namun, ia mengatakan bahwa ia harus kembali ke Gudenburg dari waktu ke waktu.

「Tidak mungkin Emilia adalah putri Gudenburg…」(Noah)

Noah berkata seperti itu, siapa yang terkejut, karena dia tidak tahu apa-apa.
Siswa lain di departemen seni bela diri memiliki reaksi yang sama.

「Itulah mengapa nama asliku adalah Emilia Gudenberg, tetapi selama ini aku dikenal sebagai Emilia Hermit dan aku merasa terkait dengan nama ini, jadi aku ingin dipanggil dengan cara ini. Mengenai menjadi putri ketiga, itu adalah rahasia dan aku ingin tetap seperti itu. Oh saya lupa, itu tidak masalah jika kalian memanggil saya Emile mulai sekarang.」(Emilia)

"Hahaha" Saat Emilia tertawa, aula besar dipenuhi tawa.

「Bagaimanapun, saya ingin belajar dengan Anda mulai sekarang.」(Emilia)

Emilia, yang disambut ramah, menundukkan kepalanya ke depan dengan hormat.
Sebagai pengganti Emilia, Claire kembali berdiri di depan podium.

「Hal ini mengakhiri rapat. Mulai besok semuanya akan sangat sibuk, karena itu semua orang diminta untuk beristirahat hari ini. Tidur yang nyenyak.」

Bersama dengan penutupan pidato, Emilia dan Hayato, bergabung dengan mahasiswa baru, dan menundukkan kepala mereka.

「Kami minta maaf karena telah menipu semua orang selama ini.」(Emilia)
「Aku pikir kau memiliki alasan dibalik keadaanmu, itu tidak bisa sebaliknya. Bukankah begitu, Latia?」(Fritz)
「Ya.」(Latia)

Ketika Fritz bertanya pada Latia, dia menganggukkan kepalanya.

「Tapi apa yang akan kau lakukan sekarang? Apakah kau akan tinggal di asrama wanita yang sama dengan kami?」(Latia)
「Ya, sepertinya memang begitu.」(Emilia)

Emilia menanggapi kekhawatiran Latia.
Yang berikut adalah Shuemei.

「Baiklah, Emilia-san... atau lebih tepatnya, Emilia-san. Tidak apa-apa seperti itu?」(Shuemei)
(Anthony: “Baiklah, Emilia-san... atau lebih tepatnya, Emilia-san.” Secara tidak langsung mengacu pada seolah-olah dia laki-laki, dan kemudian menarik kembali berbicara kepadanya seolah-olah dia seorang wanita. Dalam kedua kasus itu muncul dengan akhiran -san, tetapi kalau menerjemahkannya maka akan kehilangan maknanya ketika dibaca.)
「Apa yang salah, Shuemei? 」(Emilia)
「Jika aku ingat dengan benar... Emilia-san tinggal di kamar yang sama dengan Kisaragi-san sampai dia bergabung dengan "Seleksi".」(Shuemei)
「"Oh ..."」(Fritz dan Latia)

Dia telah mengenali kita, Mustahil!

「Dengan kata lain, apakah kau mengatakan dengan pasti bahwa mereka sudah dalam hubungan semacam itu?」(Noah)

Noah, yang berdiri di samping Shuemei, mendekati Hayato dan Emilia, yang membuka mulut mereka seperti lingkaran.

「Ada yang ingin kau katakan, Kisaragi-san?」(Shuemei)

Tanpa berhenti, Shuemei, semakin mendekat.

「Emm, itu...」(Hayato)

Dia bertanya-tanya apa jawabannya.
Latia dan Fritz melihat Hayato dengan senyum lebar di wajah mereka. Itu karena mereka melihat bagaimana mereka berpelukan saat di pantai.

(Sekarang aku bertanya-tanya, apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku pikir aku sedang terpojok).

Dan, tepat ketika Hayato akan menyerah.

「Mengenai masalah ini, aku ingin mendengar hubungan seperti apa yang kau miliki.」(Claire)
「Pre, presiden...?」(Hayato)

Ketika baru menyadarinya, Claire bergabung dengan yang lain.
「Informasi yang berasal dari Kirishima Sakura mengatakan bahwa kau menggoda Emilia Hermit di pantai.」(Claire)
「Goda !?」(Hayato)
(Anthony: Tamatlah kau Hayato!!!)
「Benarkah itu?!」(Shuemei dan Noah)

Shuemei dan Noah semakin dekat. Fritz dan Latia, mengatakan "A-ha" dengan kepala mereka, mengangguk satu sama lain.

「Tentu saja, dia menggoda.」(Tidak diketahui)
「Kemudian dari sana rahasia itu bocor.」 (Tidak diketahui)

Sekarang aku menyesal tidak pernah melekatkan kuku pada Latia dan Fritz karena mengucapkan lagi dan lagi begitu banyak hal yang tidak penting, tetapi itu sudah terlambat.

「Sungguh? Aku ingin terus mendengarkan lebih lanjut tentang ini.」(Claire)

Bisa dilihat wajah Claire menjadi berubah dan tegang. Sejujurnya, itu benar-benar membuatku takut.

(Yah, apa yang harus aku lakukan? ...)

Tanpa pemberitahuan sebelumnya, dan karena keadaan ini, Emilia memegang pergelangan tangan Hayato dan berteriak padanya.

「Hayato, ayo kabur!」(Emilia)
「Kita harus melarikan diri, tetapi tidak ada tempat.」 (Hayato)
「Pertama, kita harus lari, dan nanti kita akan berpikir ke mana harus pergi!」(Emilia)
「Uwaaaa!」 (Hayato)

Emilia mulai berlari, menerima perhatian Hayato, yang juga mulai naik.

「Hayato melarikan diri.」(Latia)
「Ayo kejar dia!」 (Claire)

Claire berteriak atas peringatan yang diberikan oleh Latia.
Emilia dan Hayato meninggalkan gedung sekolah, dan menuju aula.
Di belakang mereka berbaris Claire, Latia, Fritz, Shuemei, dan Noah. Tidak seperti mereka, Alphonse berpartisipasi agar tidak terjadi penyiksaan.

「Hahaha, ini sangat lucu.」 (Emilia)
「Menurutmu?」 (Hayato)
「Ya itu sangat lucu.」 (Emilia)

Emilia melanjutkan dengan senyum luar biasa di wajahnya.

「Akan sangat luar biasa jika hari-hari selalu begitu hebat.」 (Emilia)
「Itu akan sangat bagus.」 (Hayato)

Sebenarnya, itu adalah sesuatu yang aku percaya dari lubuk hatiku.

「Emm, Hayato.」 (Emilia)
「Apa apa?」 (Hayato)
「Mulai sekarang, tetaplah bersamaku.」 (Emilia)